Taliban Afghanistan
Jusuf Kalla Yakin Taliban akan Berubah, Begini Tanggapan Pengamat Terorisme
Afghanistan di bawah kepemimpinan Taliban akan mengalami transformasi, apabila kedisiplinan tetap dipertahankan di seluruh negara itu.

Foto: Taliban.
Pengamat terorisme sekaligus mantan Pimpinan JI (Jamaah Islamiyah), Nasir Abbas ikut menanggapi terkait perubahan tersebut.
Ia mengaku masih meragukan perubahan yang terjadi dalam Taliban.
Ia pun mengingatkan agar publik tak lupa dengan dosa masa lalu Taliban yang sangat brutal dan kasar saat menghadapi musuhnya.
"Kita tidak boleh lupa dosa masa lalu Taliban, bagaimana brutalnya Taliban menyerang mujahidin pada 1993-1996."
"Sekarang kok berubah, menampakkan seperti masuk (ke Afghanistan) baik-baik."
"Saya masih belum yakin mereka sudah sepenuhnya berubah," kata Nssir, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Minggu (22/8/2021).
Untuk itu, Nasir menyebut lebih baik negara-negara di dunia menunggu terlebih dahulu daripada langsung mendukung Taliban.
Ia pun menyinggung terkait kejadian serupa saat ISIS merayakan kemenangan dan mendirikan negara Islam Irak dan Syam (Daulah Islamiyah) pada 2017 lalu.
Kala itu, banyak masyarakat yang mudah terpengaruh dan direkrut bergabung ke dalam kelompok militan ISIS.
"Dengan euforia kemenangan, kita merasa bangga dan berbahagia dengan kemenangan ini dan bisa membuat kita lupa."
"Dan faktanya banyak anak-anak muda yang terpengaruh dan terpapar lalu direkrut. Euforia kemenangan Taliban, membuka peluang untuk direkrut," ungkapnya.
Saat ini, Nasir mengingatkan, pengaruh keberhasilan Taliban menguasai Afghanistan sudah sampai ke Indonesia.
Khususnya kepada kelompok-kelompok ekstrimis.
Untuk itu, ia menegaskan, keberhasilan Taliban bukanlah perjuangan Islam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/juru-bicara-taliban-zabihullah-mujahid-1.jpg)