Berita Boltim
Sejarah Singkat Terbentuknya Desa Togid Boltim
Menurut sejarah, terbentuknya Desa Togid tidak bisa dilepaskan dari keberadaannya secara umum. Yang menurut ceritra dari para tokoh-tokoh masyarakat.
Penulis: Rustaman Paputungan | Editor: Handhika Dawangi
Yang pada awalnya mereka hanya bermaksud untuk memasak garam untuk dijual di Kotamobagu dan sekitarnya, dan akhirnya tinggal dan menetap sampai sekarang.
Desa Togid bertambah Penduduk pada tahun 1977 yang berasal dari Pulau miangas sebagai Transmigrasi akibat dari meletusnya Gunung Karangketan di Sanger Talaud.
Dan pada tahun 1982 Etnis Sanger yang tinggal di pedukuan Dodap berdiri sendiri sebagai Desa Definitif berpisah dari Desa Togid.
Desa Togid sejak berpisah dari Desa Tutuyan pada tahun 1920 sampai dengan 1973 masih disebut Sangadi kemudian pada tahun 1973 sampai dengan tahun 2002 di sebut Kepala Desa dan Tahun 2003 kembali disebut Sangadi.
Desa Togid sendiri telah melahirkan putra - putri terbaik yang menjadi kebanggaan Desa Togid yakni:
- Sehan Landjar mantan Bupati Boltim 2 periode,
-Rusdi Gumalangit mantan wakil bupati Boltim,
-Uyun K Pangalima,
-Robbi Mamonto,
-Suharto Paputungan,
-Suhendro Boroma, dan
-Oskar Manoppo wakil Bupati Boltim sekarang.
Sekarang ini Desa Togid dipimpin oleh sangadi (kepala desa) yang ke 25 yakni Adi Makanlusenge.
Dibawah pemerintahan sangadi (kepala desa) Adi Makanlusenge, Desa Togid semakin maju dan berkembang.
Berbagai terobosan yang sudah dia lakukan di Desa, demi kemakmuran masyarakat Togid.
Diantaranya membuat tanggul pencegah banjir sepanjang 39 meter di aliran sungai yang ada di wilayah dusun enam agar supaya saat hujan, air sungai tidak akan meluap (banjir) sampai ke rumah warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kantor-desa-togid-kabupaten-boltim-1234.jpg)