Berita Manado
Dampak Pandemi Covid-19, Pendapatan Pedagang Kuliner Jagung Bakar di Ring Road Manado Turun
Di Jalan Ring Road ada banyak kios para penjual jagung bakar berjejeran. Jagung bakar yang dijual di sini ada rasa pedis manis dan manis.
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Salah satu yang terdampak pandemi Covid-19 adalah para pedagang kuliner jagung bakar di Jalan Ring Road Manado.
Di Jalan Ring Road ada banyak kios para penjual jagung bakar berjejeran.
Jagung bakar yang dijual di sini ada rasa pedis manis dan manis.
Penjual di lokasi tersebut ada puluhan banyaknya, umumnya dari Provinsi Gorontalo.
Tak hanya jagung bakar, para penjual juga sekalian menjual minuman saraba, kelapa muda, hingga makanan khas Gorontalo milu siram.
Tribun Manado pada Jumat (20/8/2021) sempat berbinang-bincang dengan salah satu pedagang di sini.
Inang namanya. Saat ditemui Tribun Manado, Inang sedang bakar jagung.
Menurut Inang jagung bakar dagangannya dipatok dengan harga Rp 7 ribu.
Sementara untuk saraba, untuk gelas kecil harganya 6 ribu, gelas besar 10 ribu.
Untuk kelapa muda 10 ribu dan milu siram harganya 15 ribu.
Ia menuturkan, untuk jagung diambilnya dari pasar, sementara untuk kelapa muda ada yang mengantar langsung.
"Kami jualan mulai jam 12 siang sampai malam dan kebanyakan ramai pengunjung di malam hari. Banyak pengunjung yang datang adalah anak muda," tutur Inang.
Inang membeber perbandingan penghasilannya di masa pandemi dan sebelum adanya pandemi.
"Biasanya sebelum pandemi perhari 500 ribu, sekarang pendapatan kalau sepi 150 kalau ramai 250 ribu," terangnya.
Tentang Manado
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/inang-pedagang-jagung-bakar-di-jalang-ring-road-manado.jpg)