Aksi Protes Warga
Ngaku 3 Kali dapat Janji Palsu Bupati, Warga Kesal hingga Tanami Jalanan Rusak yang Tak Diperbaiki
Dijanjikan untuk memperbaiki jalan namun sampai saat ini belum diperbaiki, Warga pun kesal hingga akhirnya menanami jalanan yang rusak.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dijanjikan untuk memperbaiki jalan namun sampai saat ini belum diperbaiki.
Warga pun kesal hingga akhirnya menanami jalanan yang rusak.
Aksi menanami pohon tersebut sebagai protes warga karena jalan rusak tak kunjung diperbaiki.
Baca juga: Sosok Wardak Zarifa Ghafar Wali Kota Wanita Termuda Afghanistan Siap Mati Bila Dibunuh Taliban
Baca juga: Bacaan Alkitab Panggilan Ikut Menderita 2 Timotius 2: 1-26: Jadilah Kuat oleh Kasih Karunia
Baca juga: Kartika Kandouw Tanos Serahkan Ratusan Tempat Lauk di Bitung
Kesal karena merasa hanya menerima janji palsu atau PHP (pemberian harapan palsu) dari bupati, warga Desa Gelaranyar akhirnya menanam pohon pisang, singkong, talas, dan nanas di lokasi jalan kabupaten yang rusak di ruas Cicurug Cimenteng.
Aksi tersebut merupakan bentuk aksi protes warga karena sebelumnya sudah ada pengukuran jalan dan akan segera diperbaiki.
Ihin (60) seorang warga Kampung Sukamulya RT 01/01, Desa Gelaranyar, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, mengatakan ia sudah beberapa kali kedatangan pejabat Cianjur dan berjanji akan segera memperbaiki jalan.
"Sudah datang ke sini, sudah ada yang mengukur, namun sampai hari ini tak terwujud juga, makanya kami tanami saja dengan pohon pisang, soalnya sudah mirip di kebun ini jalan," kata Ihin, ditemui di Gelaranyar, Kamis (19/8/2021) siang.
Ihin mengatakan, sempat ada truk yang terguling di ruas jalan ini karena menginjak jalan yang rusak.
Kepala Desa Gelaranyar, Kecamatan Pagelaran Jenal mengatakan, aksi penanaman pohon pisang di tengah jalan yang dilakukan warga merupakan luapan kekesalan terhadap janji-janji yang disampaikan oleh Pemkab Cianjur.
"Jadi, aksi penanaman pohon pisang di jalan utama Kampung Cicurug - Cimenteng Desa Gelaranyar tersebut memang puncak kekesalan warga," kata Jenal saat dikonfirmasi hari ini.
Jenal mengatakan, sebelum pandemi Covid-19, memang sudah dijanjikan oleh Bupati Cianjur H Herman Suherman yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Bupati.
"Kisaran tahun 2019 lalu, pak Herman pernah berjanji akan memperbaiki ruas jalan tersebut. Bahkan tak hanya pak Herman, sejak masih bupatinya zaman, Irvan Rivano, lalu pak Tjetjep Muchtar pun sering dijanjikan tapi kenyataannya sampai sekarang masih nol," kata Jenal.
Kades Jenal pun merasa malu dan juga geram, pada saat menanyakan langsung ke Bupati Herman Suherman bahwa perbaikan atau pembangunan jalan yang dimaksud sudah siap dikerjakan namun, pada saat dirinya kembali menanyakan ke Dinas PUPR nyatanya harus kembali membuat pengajuan ulang.
"Setahu saya, Surat Perintah Kerja (SPK) sudah turun. Bahkan akan dilaksanakan pengerjaan di akhir bulan Juni 2021 ini, tapi setelah saya tanya ulang harus kembali melakukan pengajuan ulang, jadi maksudnya gimana," katanya.
Jenal mengatakan, jika dirinya tidak bisa membendung kekesalan warga sekitar dengan cara melakukan penanaman pohon pisang di sepanjang jalan Cicurug - Cimenteng tersebut.