Breaking News
Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

PM Malaysia

Ismail Sabri Disebut Calon Kuat Perdana Menteri Malaysia, Ini Profilnya

Setelah Muhyiddin Yasin mengundurkan diri dari Perdana Menteri (PM) Malaysia, muncul sejumlah nama yang akan menggantikannya. 

Foto/BERNAMA via tribunnews.com
Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob, Calon Kuat Perdana Menteri Malaysia. 

Anwar diberitakan sudah berhasil mengamankan dukungan untuk menjadi PM dari blok oposisi di luar Pakatan Harapan yang dipimpinnya.

Pakatan yang mengantongi 88 kursi terdiri dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) pimpinan Anwar, Partai Aksi Demokrat (DAP), dan Partai Amanah.

Salah satu dukungan krusial yang diperoleh Anwar berasal dari musuh politik bebuyutannya, eks PM Malaysia Mahathir Mohamad.

Putra Mahathir yang juga Presiden Partai Pejuang Mukhriz Mahathir menyampaikan partainya akan memprioritaskan dukungan terhadap Anwar dan mantan Menteri Besar Sabah Shafie Apdal.

“Sepanjang Anwar berhasil mengamankan angka yang diperlukan, kita akan mendukung dia.” tutur Mukhriz.

Dukungan mengejutkan Mahathir diikuti oleh partai regional Warisan pimpinan Shafie dan sejumlah partai kecil dan politisi independen yang loyal terhadap Mahathir.

Presiden PKR itu dilaporkan menjanjikan kursi orang nomor dua terhadap Shafie jika dia berhasil menjadi penghuni Seri Perdana.

Anwar masih berpeluang untuk mewujudkan mimpi 23 tahunnya menjadi PM walau sangat terjal.

Harapannya blok Zahid tidak solid dan mengubah keputusan mereka di menit-menit terakhir untuk memilih Ismail. Anwar dan Zahid adalah teman lama dan sampai saat ini masih berhubungan baik.

Namun Zahid telah menyatakan pada kongres tahunan UMNO awal tahun ini bahwa partai pimpinannya tidak akan pernah berkoalisi politik dengan Anwar dan DAP, partai yang kerap dilabeli sebagai partai Tionghoa Malaysia.

UMNO dan DAP adalah rival politik bebuyutan sejak kemerdekaan Malaysia. DAP kerap mengkritik UMNO sebagai partai korup dan rasis.

DAP sendiri telah menyatakan keberatan untuk bekerjasama dengan Zahid dan Najib yang saat ini menghadapi persidangan puluhan kasus korupsi.

Anwar juga mendekati kingmaker Gabungan Partai Sarawak (GPS) yang memegang 18 kursi krusial.

Jika GPS memutuskan berpaling dari Ismail, politisi berusia 74 tahun itu akan mendapatkan angka mayoritas tanpa harus mengandalkan dukungan UMNO. (Sumber: Tribunnews.com/Kompas.com)

Perjalanan Kepemimpinan Muhyiddin Yassin sebagai PM Malaysia sebelum Akhirnya Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengundurkan diri pada Senin (16/8/2021), mengakhiri 17 bulan masa jabatannya di tengah pertikaian politik dan keraguan tentang legitimasinya sebagai pemimpin.

Kekuasaan Muhyiddin sudah rapuh sejak berkuasa pada Maret 2020, tetapi ia kehilangan mayoritas bulan ini setelah anggota parlemen dari sekutu utama menarik dukungannya.

Berikut timeline naik turunnya kepemimpinan perdana menteri kedelapan Malaysia, seperti yang dilansir Reuters:

24 Februari 2020

Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengundurkan diri akibat pertikaian yang menyebabkan runtuhnya koalisinya.

Partai yang dipimpin oleh Mahathir dan Muhyiddin mundur.

Raja Al-Sultan Abdullah mengangkat kembali Mahathir sebagai pemimpin sementara.

29 Februari 2020

Setelah bertemu dengan anggota parlemen, raja menunjuk perdana menteri Muhyiddin, menilai bahwa ia mungkin mendapat dukungan mayoritas di parlemen.

1 Maret 2020

Muhyiddin dilantik sebagai perdana menteri.

13 Mei 2020

Mahathir mengajukan mosi tidak percaya kepada Muhyiddin, tetapi ketua parlemen menundanya dengan alasan perlunya fokus pada pandemi Covid-19.

13 Oktober 2020

Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim bertemu raja untuk membuktikan bahwa dia memiliki dukungan untuk membentuk pemerintahan.

Istana mengatakan Anwar tidak menyebutkan nama anggota parlemen yang mendukungnya.

23-26 Oktober 2020

Muhyiddin meminta raja agar menyatakan keadaan darurat untuk mengendalikan virus corona.

Anwar menyebut itu adalah taktik untuk mempertahankan kekuasaan.

Raja menolak permintaan Muhyiddin itu.

26 November 2020

Muhyiddin memenangkan persetujuan parlemen untuk anggaran tahun 2021, yang dipandang sebagai ujian nyata pertama di parlemen.

12 Januari 2021

Raja mengumumkan status darurat hingga 1 Agustus karena meningkatnya infeksi Covid-19.

Parlemen ditangguhkan, memungkinkan Muhyiddin untuk melanjutkan kepemimpinan tanpa halangan.

Oposisi mengecam langkah itu sebagai upaya untuk mempertahankan kendali.

28 Maret

Sekutu kuncinya, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), yang merupakan partai terbesar dalam koalisi yang berkuasa, mengatakan tidak akan bekerja sama dengan aliansi Muhyiddin dalam pemilihan berikutnya.

9 Juni

Raja bertemu dengan para pemimpin partai politik ketika kemarahan publik tumbuh atas penanganan pemerintah terhadap krisis virus corona setelah Malaysia memasuki lockdown nasional pada bulan Juni.

16 Juni

Raja menyerukan parlemen untuk berkumpul kembali sesegera mungkin untuk memungkinkan debat tentang tata cara darurat dan rencana pemulihan virus corona.

Majelis Raja-raja, yang beranggotakan sembilan orang pemimpin dari negara bagian, menyimpulkan bahwa status darurat tidak perlu diperpanjang setelah 1 Agustus.

7 Juli

Muhyiddin menunjuk anggota parlemen UMNO dan menteri pertahanan Ismail Sabri Yaakob sebagai wakilnya, demi menopang dukungan.

8 Juli

UMNO menarik dukungan dan menyerukan Muhyiddin untuk mengundurkan diri karena telah gagal menangani pandemi.

26 Juli

Muhyiddin mengadakan sidang khusus parlemen atas permintaan raja.

Menteri Hukum Takiyuddin Hassan mengatakan kepada parlemen bahwa pemerintah tidak akan meminta raja untuk memperpanjang keadaan darurat dan mengatakan peraturan darurat dicabut.

29 Juli

Dalam teguran publik, istana mengatakan pencabutan peraturan darurat dilakukan tanpa persetujuan raja dan bertentangan dengan konstitusi dan hukum.

3 Agustus

Muhyiddin akhirnya setuju untuk mempertimbangkan membahas undang-undang darurat di parlemen, mengurangi pertikaian dengan raja.

4 Agustus

Muhyiddin menegaskan dia memiliki dukungan mayoritas dan mengatakan akan membuktikannya dalam mosi tidak percaya ketika parlemen bersidang kembali pada bulan September.

13 Agustus

Muhyiddin mengakui tidak memiliki mayoritas.

Dia meminta anggota oposisi untuk mendukungnya dalam mosi kepercayaan dengan imbalan reformasi dan mengatakan pemilihan akan diadakan pada Juli 2022, tergantung pada pandemi.

Partai oposisi dan UMNO menolak tawaran tersebut.

16 Agustus

Muhyiddin mengajukan pengunduran dirinya.

Raja yang memintanya untuk tetap sebagai perdana menteri sementara sampai perdana menteri baru dipilih.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Berita Terkait PM Malaysia

SUMBER:

https://www.tribunnews.com/internasional/2021/08/19/profil-ismail-sabri-calon-kuat-pm-malaysia-anaknya-seorang-penyanyi-terkenal-di-indonesia?page=all

https://www.tribunnews.com/internasional/2021/08/20/perjalanan-kepemimpinan-muhyiddin-yassin-sebagai-pm-malaysia-sebelum-akhirnya-mengundurkan-diri?page=all

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved