Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Nasional

Tuai Kontroversi, Eurico Guterres: 'Saya Ini Warga Negara Indonesia'

Pemberian penghargaan Bintang Jasa Utama oleh Presiden Joko Widodo kepada mantan pimpinan milisi itu menuai pro dan kontra.

Editor: Frandi Piring
Tribunnews.com
Mantan Pejuang Timor-Timur Terima Penghargaan Tanda Jasa, Eurico Guterres Dinilai Tak Pantas. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Eurico Guterres angkat bicara terkait penghargaan kepada dirinya yang kini menjadi kontroversi.

Diketahui jelang Hari Kemerdekaan RI ke-7, Presiden Jokowi memberikan penghargaan kepada 335 tokoh di Istana Negara.

Salah satunya diberikan kepada tokoh dari Timor-Timur, yakni Eurico Guterres.

Sosok Eurico Guterres, Eks Pejuang Garis Keras Timor-Timur Merdeka, Kini Terima Bintang Tanda Jasa.
Sosok Eurico Guterres, Eks Pejuang Garis Keras Timor-Timur Merdeka, Kini Terima Bintang Tanda Jasa. (BBC)

Pemberian penghargaan Bintang Jasa Utama oleh Presiden Joko Widodo kepada mantan pimpinan milisi itu menuai pro dan kontra.

Sejumlah pihak menyebut Eurico melanggar HAM, sehingga dianggap tidak pantas mendapat penghargaan itu.

Menanggapi hal itu, Eurico pun meminta beberapa oknum tidak ikut campur dalam urusan penghargaan itu.

Dirinya mempersilahkan jika ada pihak berpandangan miring terhadap dirinya yang telah menerima penghargaan.

Yang pasti, kata Eurico, pemberian penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden Joko Widodo kepada dirinya, tidak bertujuan untuk menghina negara lain.

"Saya ini warga negara Indonesia. Saya hanya tunduk dan taat kepada negara saya Indonesia tercinta," ujar Eurico.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo menganugerahkan tanda kehormatan dan bintang jasa kepada 335 tokoh menjelang peringatan HUT ke-76 Republik Indonesia.

Tanda kehormatan yang dianugerahkan yakni Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Budaya Parama Dharma, dan Bintang Jasa.

Tanda kehormatan itu diberikan presiden di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/8/2021) dengan menerapkan protokol kesehatan.

Mereka yang menerima tanda kehormatan tersebut mulai dari mantan pejabat negara, pengusaha, ilmuwan, WNI, WNA, serta para tenaga medis dan tenaga kesehatan yang gugur.

Salah satu penerima penghargaan adalah Eurico Guterres, eks pejuang Timor-Timur.

Penganugerahaan gelar kehormatan ini dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 76, 77, dan 78 TK Tahun 2021 tentang Penganugerahan tanda kehormatan Bintang Mahaputra, Bintang Budaya Parama Dharma, dan Bintang Jasa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved