Berita Kotamobagu
Warga Kotamobagu Sukses Sulap Limbah Batok Kelapa Jadi Barang Bernilai Jual
Limbah sampah batok kelapa bisa didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomis.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Limbah sampah batok kelapa bisa didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomis.
Seperti limbah sampah batok kelapa yang diubah oleh I Made Mangku, warga desa Moyag, Kotamobagu.
Limbah sampah batok kelapa itu ia ubah menjadi barang kerajinan.
Seperti, kerajinan asbak, gelas dan aneka kerajinan lainnya yang berbahan baku limbah sampah batok kelapa.
Limbah sampah batok kelapa ini tak susah ia dapatkan.
“Untuk bahan bakunya saya tidak susah mendapatkannya, karena hanya diambil di sekitar rumah,” kata Made, sapaannya saat dihubungi Tribunmanado.co.id, Minggu (15/8/2021).
Ia termotivasi membuat kerajinan dari limbah sampah batok kelapa.
“Saya ini ingin mengubah nilai tempurung atau sampah batok kelapa menjadi nilai yang lebih ekonomis ketika dibuat kerajinan,” kata Made.
Made menjelaskan, kerajinan tersebut ia dapat berkat pelatihan yang diberikan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kotamobagu.
Ia dilibatkan dalam pelatihan pengolahan limbah sampah batok kelapa dan turunannya menjadi barang kerajinan.
“Mudah-mudahan kedepannya itu bisa mengajak teman-teman yang ada di Moyag Tampoan maupun di Kotamobagu untuk membuat kerajinan seperti ini agar dapat menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.
Lanjutnya, saat ini sudah ada beberapa pejabat yang memesan produk bahan kerajinannya limbah sampah batok kelapa itu.
Yang memesan sudah ada baik dari kalangan pejabat dan pengusaha warung kopi.
Kalau harganya sekitar Rp 1.600.000 untuk empat set.
"Dan untuk satu set harganya Rp 400.000. Dalam satu set terdiri dari ceret, enam cangkir dan satu asbak,” sebutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/limbah-batok-kelapa-jadi-barang-kerajinan-bernilai7657657.jpg)