Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sulut

Sulut Ekspor Komoditas Pertanian Senilai Rp 63,6 Miliar ke 14 Negara

Pelepasan Merdeka Ekspor Produk Pertanian Indonesia ke pasar global yang dilakukan secara serentak

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
IST
Pelepasan ekspor pertanian oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey didampingi Kepala Bea Cukai Sulbagtara, Cerah Bangun dan Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni M. Saragih di Pelabuhan Bitung. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Gubernur Sulut, Olly Dondokambey bersama dengan Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) Cerah Bangun dan Kepala Balai Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan Saragih melepas ekspor produk pertanian Sulut di terminal peti kemas Pelabuhan Hub Internasional Bitung pada sabtu (14/08/2021).

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Bea dan Cukai Bitung, Agung Riandar Kurnianto dan Walikota Bitung Maurits Mantiri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari acara pelepasan Merdeka Ekspor Produk Pertanian Indonesia ke pasar global yang dilakukan secara serentak dari 17 pintu pengeluaran baik pelabuhan laut maupun bandar udara di 17 provinsi yang dihadiri Presiden RI, Joko Widodo secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat.

Olly Dondokambey menyatakan, ekspor produk pertanian selain menambah devisa negara sekaligus juga dapat mendongkrak kesejahteraan petani.

"Kesejahteraan petani merupakan salah upaya yang terus diperjuangkan oleh Pemprov Sulut," jelas Olly

Di sisi lain, Donni Muksydayan Saragih mengungkapkan pelepasan merdeka ekspor produk pertanian Sulut ini memiliki nilai total Rp 63,601 miliar dan dikirim ke 14 negara tujuan.

"Komoditas ekspor tersebut berupa bunga pala, pala biji, kelapa parut, bungkil kelapa, pala bubuk dan santan kelapa," kata Donni.

Adapun negara tujuan ekspor meliputi India, Vietnam, Italia, Jerman, Rusia, Inggris, Polandia, Belanda, Selandia Baru, China, Argentina, Australia, Hongkong dan Korea Selatan.

Sementara itu, Cerah Bangun mengatakan bahwa Bea Cukai mendukung gerakan mendorong ekspor.

Dukungan tersebut dalam bentuk pelayanan ekspor baik di pelabuhan laut dan bandar udara selama 24 jam, pemberian asistensi dan bimbingan kepada eksportir agar mampu meningkatkan ekspor.

Bea Cukai bersinergi denganinstansi di pelabuhan terutama dengan Karantina untuk meningkatkan potensi ekspor pertanian di Sulut.

“Ekspor produk pertanian ini akan memacu peningkatan ekspor dalam rangka mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional akibat dampak pandemi Covid-19," kata Cerah.

Pelepasan Merdeka Ekspor Produk Pertanian merupakan kegiatan ekspor serentak yang dilakukan di seluruh Indonesia dengan tujuan antara lain melaksanakan instruksi presiden untuk meningkatkan investasi dan ekspor.

Selain itu, program ini membuktikan sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi di saat pandemi Covid-19.

Selain itu, kegiatan ini juga menggerakkan semua kabupaten/kota untuk mengakselerasi ekspor dan melaksanakan komitmen pemerintah untuk memberi kemudahan ekspor serta mendorong pencapaian program Gerakan Tiga kali Ekspor (gratieks) pertanian.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved