Penanganan Covid
Jokowi Turunkan Harga Tes PCR Jadi Rp 450.000, Hasil Paling Lambat Sehari
Sebelumnya, viral harga tes PCR di India hanya 500 Rupee atau setara Rp 96.000 sedangkan di Indonesia menca[ai Rp 1juta.
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Joko Widodo memerintahkan menteri kesehatan agar segera menurunkan harga tes PCR.
Selain itu, Jokowi meminta ahar hasil tes PCR wajib didapat 1x24 jam atau sehari.
Hal ini ditegaskan Jokowi lewat akun instagramnya berikut ini:
"Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Penanganan pandemi Covid-19 ini butuh kecepatan: cepat melakukan tes (testing), menelusuri kontak erat (tracing), dan merawat pasien yang terbukti positif (treatment).
Untuk itulah, saya menginstruksikan Menteri Kesehatan agar hasil tes PCR bisa diketahui paling lambat 1x24 jam. Selain itu, harga tes PCR ini diturunkan sampai di kisaran Rp450.000-Rp550.000.," tulisnya
Sebelumnya, viral harga tes PCR di India hanya 500 Rupee atau setara Rp 96.000 sedangkan di Indonesia menca[ai Rp 1juta.
Selain itu warga harus menunggu lama agar mendapatkan hasil tes PCR.
Diberitakan India Today, 4 Agustus 2021, India memangkas harga tes PCR yang sebelumnya 800 Rupee menjadi 500 Rupee atau setara Rp 96.000 berdasarkan kurs saat itu.
Sementara itu bagi mereka yang ingin melakukan tes PCR di rumah, biayanya 700 Rupee per tes.
Sebelumnya tes PCR di rumah dihargai 1.200 Rupee. Selain itu harga rapid tes antigen di India juga turun menjadi 300 Rupee.
Semua laboratorium dan rumah sakit swasta yang melakukan tes Covid-19 telah diinstruksikan oleh pemerintah Delhi untuk menampilkan tarif baru dalam waktu 24 jam.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, perbandingan harga tes PCR dengan India bukan hal yang baru.
Tjandra mengatakan, sejak September 2020, Pemerintah India menetapkan harga tes PCR sebesar 2.400 rupee atau Rp 480.000.
Saat itu, kata dia, harga tes PCR di Indonesia sekitar Rp 1 Juta.
Menurut Tjandra, murahnya harga tes PCR di India, salah satunya karena pemerintah setempat memberikan subsidi dan jumlah petugas laboratorium yang cukup banyak.