Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sosok Tokoh

Kisah Penganut Kepercayaan Malesung Minahasa, Dulu Dibully Kini Perjuangkan Pendidikan Agama Leluhur

Penghayat kepercayaan Malesung di Minahasa terus eksis di tengah - tengah gempuran modernitas.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
IST/Dokumentasi Iswan Sual
Ritus Kepercayaan Malesung 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Penghayat kepercayaan Malesung di Minahasa terus eksis di tengah - tengah gempuran modernitas.

Mereka mengembangkan ajaran yang orisinil sembari mengorganisasi diri.

Iswan Sual, ketua umum Laroma mengatakan, pihaknya sudah membentuk organisasi bernama Lalang Rondor Malesung (LAROMA).

"Tujuannya untuk mengadvokasi penganut bila ada masalah," kata dia kepada Tribun Manado Rabu (11/8/2021).

Adanya Laroma, sebut dia, membuat posisi penghayat kepercayaan Malesung mulai diterima.

Pemerintah Desa, Kecamatan, Pemda bahkan pusat sudah mengetahui organisasi tersebut.

"Khusus penghayat kepercayaan Malesung dalam satu tahun terakhir sudah membaik," ujar Iswan yang juga menjabat Sekretaris di MLKI Dewan Musyawarah Wilayah Sulawesi Utara.

Bebernya, penghayat kepercayaan Malesung menghadapi tantangan berat pada awalnya.

Mereka tidak percaya diri untuk menjalankan kepercayaannya. Upacara dilaksanakan secara sembunyi - sembunyi.

"Lokasinya agak jauh dari pemukiman. Kurang lebih lima kilometer. Harus lewat sungai yang deras saat musim hujan," katanya.

Kemudian, terbentuk satu lembaga di 2016. Kepercayaan diri anggota muncul dan mereka mulai berani melaksanakan upacara di pemukiman. Meski agak tertutup.

Lalu, ritus mulai didokumentasi dan diekspos ke media. Tantangan datang dari oknum internal organisasi agama serta oknum pemerintah desa.

"Muncullah reaksi berupa pernyataan melecehkan bahkan menyesatkan di internal organisasi agama mayoritas bahkan di pertemuan umum di desa.

Bahkan ada oknum di pemerintahan desa yang menghalangi pemberian izin surat keterangan domisili sekretariat organisasi dengan alasan yang tak logis dan tak sesuai aturan hukum," ujarnya.

Seiring waktu, muncul kesadaran pihaknya untuk berorganisasi dan membentuk Laroma dan melakukan sinergitas dengan pemerintah provinsi Sulut melalui Dinas Kebudayaan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved