Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Minsel

Bupati Minsel Franky Wongkar Support Penulisan Buku Sejarah Berdirinya Kabupaten Minahasa Selatan

"Penulisan buku sejarah itu penting. Itu termasuk identitas Kabupaten Minahasa Selatan," kata Franky Wongkar, Rabu (11/8/2021).

Tayang:
Penulis: Rul Mantik | Editor: Rizali Posumah
Humas Pemkab Minsel
Pertemuan Bupati Minsel dan tokoh pemekaran Kabupaten Minsel, membicarakan soal penyusunan dan penulisan sejarah berdirinya Kabupaten Minsel, di ruang kerja Bupati Minsel. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Rencana penyusunan dan penulisan buku sejarah berdirinya Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), mendapat dukungan Bupati Franky Donny Wongkar.

Dia menilai, penulisan buku sejarah berdirinya Kabupaten Minsel, Sulawesi Utara, adalah langkah tepat menuju Minsel maju, berkepribadian dan sejahtera.

"Penulisan buku sejarah itu penting. Itu termasuk identitas Kabupaten Minahasa Selatan," kata Franky Wongkar, Rabu (11/8/2021).

Menurut Franky, penulisan buku sejarah berdirinya Kabupaten Minsel menjadi wadah informasi yang akurat soal para tokoh dan alasan pemekaran Kabupaten Minsel.

"Dari buku sejarah ini, orang-orang akan mengetahui siapa tokoh-tokoh yang telah berjuang sehingga Kabupaten Minsel boleh berdiri saat ini," papar Franky Wongkar.

Untuk menyukseskan penulisan buku sejarah itu, Bupati Minsel mengundang semua tokoh yang terlibat dalam proses pemekaran Kabupaten Minsel

Sementara itu, Ketua Pemekaran Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Inyo Koloay mengaku senang karena penulisan buku sejarah mendapatkan dukungan Bupati Minsel.

"Puji Tuhan penyusunan dan penulisan buku sejarah berdirinya Kabupaten Minsel mendapat dukungan Bupati dan Wakil Bupati Minsel. Terus terang saya merasa senang," kata Inyo Koloay.

Dikatakan Inyo, dalam buku sejarah itu akan diungkap proses awal serta tokoh-tokoh Kabupaten Minsel yang berjuang dalam memekarkan Kabupaten Minsel dari Kabupaten Minahasa.

"Proses dan para tokoh yang berjuang pasti akan ditulis dalam buku sejarah itu," ucapnya.

Inyo mengisahkan, upaya pemekaran Kabupaten Mknsel, awalnya mendapat tantangan berat dari sejumlah politisi.

"Waktu itu banyak politisi yang tidak mau ada pemekaran Kabupaten Minsel. Mereka menentangnya," ungkap om Inyo, sapaan akrab mantan Direktur Puskud Provinsi Sulawesi Utara itu.

Namun dengan usaha keras yang menguras tenaga, kantong dan pikiran, usulan pemekaran itu akhirnya mendapat dukungan top eksekutif Kabupaten Minahasa.

"Kami terus melakukan lobi ke pihak-pihak terkait. Akhirnya usulan pemekaran disetujui secara lisan dan kami langsung bergerak mengurus semua dokumen yang dibutuhkan. Itu baru awal perjuangan," papar Inyo.

Saat muncul wacana pemekaran, katanya, satu visi mereka adalah agar warga di wilayah selatan Kabupaten Minahasa bisa sejahtera dan pembangunannya merata.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved