Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Rabu 11 Agustus 2021

BACAAN ALKITAB Keluaran 2:16-17 - Penolong Yang Lemah

Sikap pemberani, tempramental namun suka menolong yang lemah, peduli dan pengasih, sudah menjadi karakter Musa.

Editor: Aswin_Lumintang

Keluaran 2:16-17
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sikap pemberani, tempramental namun suka menolong yang lemah, peduli dan pengasih, sudah menjadi karakter Musa.

Terlahir sebagai keturunan Ibrani (Israel) yang dibesarkan dalam tradisi istana sebagai pangeran puteri Firaun, tidak mengerus "bakat bawaan" Musa sebagai seorang yang peduli dan pengasih bahkan penolong bagi yang lemah.

Kepribadian dan karakternya yang keras tapi juga pemberani, menjadi "pelindung" bagi dirinya dalam menolong sesama yang lemah dan menderita.

Renungan
Renungan (WWW.THOUGHTCO.COM)

Sebagaimana dia peduli dan membela kaumnya yang lemah tertindas akibat kerja paksa di tanah Mesir, hal yang sama dia lakukan ketika tiba di tempat pelariannya, di Midian.

Tindakan atau perbuatan pertamanya di tanah Midian adalah "menghajar" kembali para gembala-gembala yang mengganggu kaum yang lemah, yakni perempuan. Merekalah 7 perempuan anak imam Rehuel yang datang menimba air di sumur untuk mengisi palungan bagi minum kambing domba ayahnya.

Sial bagi 7 dara itu, merrka diganggu oleh para gembala yang mengusir mereka. Musa pun bangkit dengan ciri khasnya yang berani, tempramental namun sangat peduli yang lemah. Dia membela dan menolong gadis-gadis itu.
Demikian firman Tuhan hari ini.

  Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk memberi minum kambing domba ayahnya.
  Maka datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka.  (ay 16, 17)_

Musa mendemonstrasikan kembali kepribadiannya demi panggilan nuraninya yang sudah menjadi karakternya. Dia lupa bahkan tak peduli statusnya sebagai pendatang. Padahal dia juga adalah pelarian atau "buronan" dari Firaun.

Bukannya berdiam diri dan bersembunyi untuk cari aman dan nyaman, malah dia cenderung agresif mengikuti panggilan jiwanya. Bangkit dan melawan para gembala dan membela para gadis itu. Para gembala itu keder, sehingga Musa kemudian membantu perempuan-perempuan itu dan memberi minum kambing domba mereka.

Itulah Musa. Tempramental, pemarah dan tak ada takutnya. Dia berani mengambil risiko terburuk demi membela yang lemah. Bahkan membunuh seperti yang dia lakukan kepada orang Mesirpun dia lakukan demi membela orang yamg tertindas, lemah tak berdaya, menderita dan sengsara.

Sahabat Kristus, lepas dari kepribadiannya yang pemarah dan tempramental, tapi sikap kepedulian yang penuh cinta kasih Musa, patut kita teladani. Itu adalah prilaku hidup dan kepribadian yang baik, suka menolong bahkan rela berkorban demi kepentingan dan keselamatan sesamanya. Dia tak peduli dengan statusnya aebagai pelarian atau buronan. Justeru panggilan hati nuraninya "memerintahkan" dia umtuk nertindak menolong mereka.

Ya, Musa menjadi penolong bagi yang lemah. Itu sudah menjadi ciri khasnya: suka menolong, peduli, pengasih dan siap berkorban untuk yang lemah. Bahkan dia sendiri tak memedulikan dirinya lagi demi kasihnya kepada yang lemah.

Banyak orang lemah di sekitar kita. Baik kelemahan sakit, masalah ekonomi, tekanan hidup karena pandemi Covid 19 maupun karena hal-hal lainnya. Marilah kita berbelaskasih dengan semua orang yang membutuhkan.

Adalah tugas dan tanggungjawab setiap keluarga dan umat Kristus untuk saling menolong, mengulurkan tangan kepada yang lemah dalam kondisi apapun. Apapun kita, bagaimanapun keadaan kita, bangkit dan berdirilah, bantulah semua orang, dimulai dari orang-orang yang ada di sekitar kita.

Hiduplah jadi berkat bagi sesama. Tolonglah yang lemah. Jangan bertanya kepada siapapan, apalagi menyalahkan orang lain dan mencari kambing hitam terhadap setiap persoalan sesama kita. Jangan menghakimi supaya kita tidak dihakimi oleh Yang Maha Tinggi dan Maha Agung Mulia.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved