Tribun Talk
Cerita Sam Sachrul Mamonto Memasuki 6 Bulan Jabat Bupati Boltim
Sam Sachrul Mamonto akan memasuki enam bulan sebagai Bupati Boltim pada 22 Agustus 2021.
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Jumadi Mappanganro
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sam Sachrul Mamonto memasuki enam bulan sebagai Bupati Boltim pada 22 Agustus 2021.
Mantan Ketua KPU Bolmong ini pun bercerita tentang sejumlah hal yang telah dilakukannya sebagai orang nomor 1 di Boltim.
Di antaranya terkait penanganan covid-19 di Boltim yang melakukan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 3.
Termasuk bercerita pengalamannya sebagai penyintas Covid-19 hingga isu mutasi pejabat lingkup Pemkab Boltim.
Cerita tersebut dipaparkannya saat menjadi narasumber Tribun Talk edisi kedua, Senin sore 9 Agustus 2021.
Dipandu Pemimpin Redaksi Tribun Manado Jumadi Mappanganro
Acara bincang-bincang ini juga disiarkan langsung melalui dua akun Facebook Tribun Manado dan Youtube Tribun Manado Official.
Berikut isi wawancara eksklusif Tribun Manado bersama Bupati Boltim Sam Sahcrul Mamonto:
Status Boltim sekarang terkait penanganan Covid-19?
Kami berada di PPKM level 3. Beberapa waktu lalu kami melakukan penyemprotan disinfektan secara besar-besaran di pemukiman, kantor, pasar, terminal, jalan, dan lain-lain.
Selain itu kami juga menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan termasuk membatasi acara-acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti perkawinan.
Bagi warga yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah, kami pantau terus bahkan ada yang kami berikan bantuan.
Bisa diceritakan pengalaman Anda saat terpapar Covid-19?
Awalnya waktu itu ART saya dinyatakan positif Covid-19. Lalu dirawat di rumah sakit.
Tentu saya waktu itu KERT sehingga melakukan rapid antigen. Lalu swab test. Hasilnya positif.
Memang ada gejala flu, juga batuk, hidung mampet, agak susah bernapas, dan sakit maag.
Ketika dinyatakan positif pasti setiap orang merasa down. Tapi Covid-19 ini tidak sehoror yang diberitakan.
Artinya kalau kita punya keinginan untuk sembuh pasti sembuh.
Tetapi kalau kita takut duluan, maka imun kita pasti akan turun. Nah itu rawan penyakit-penyakit bawaan akan muncul.
Makanya saya menyikapinya status positif covid-19 dengan santai.
Apa yang Anda dilakukan?
Saya isolasi mandiri di rumah yang terpisah dengan rumah induk.
Karena khawatir keluarga saya terpapar virus dari saya. Selama isoman, saya rutin olahraga, minum vitamin, dan makan makanan bergizi setiap hari.
Walaupun saat itu rasanya tidak enak makan apa saja.
Tapi saya paksa tetap makan agar tetap bisa menjaga imun supaya tidak drop.
Kemudian saya juga rutin berjemur dan menonton acara-acara lucu seperti film Donald Bebek.
Saya menghibur diri saya sendiri. Saya harus sembuh.
Sebab saya ingin memberikan contoh kepada masyarakat bahwa ketika kita terpapar Covid-19, kita tidak boleh malu.
Kita harus langsung mengabarkan agar masyarakat yang pernah kontak dengan kita agar langsung memeriksakan diri juga.
Saya enjoy saja. Bahkan saya memanggil teman-teman saya bermain musik jarak jauh.
Boltim itu kaya wisata. Mulai laut, gunung, hingga danau. Nah bagaimana rencana Pemkab Boltim mengembangkan pariwisata di sana?
Kami termasuk daerah lengkap yang memiliki pegunungan, danau hingga pantai.
Kemudian suhunya juga dingin di sini. Kami memiliki laut pasir putih dan terumbu karang yang luar biasa indah.
Kami tidak serta merta membangun fasilitas keramaian, namun kami melakukan perencanaan dengan matang.
Artinya sektor wisata mana yang paling berpotensi mendatangkan PAD itu segera kami benahi.
Kami tentu tidak bisa berharap banyak kepada dunia pariwisata di tengah pandemi Covid-19, tapi setidaknya kami mempersiapkan.
Ketika suatu saat nanti pemerintah mengumumkan pandemi Covid-19 ini sudah berakhir dan kita bisa hidup normal, tentu yang pertama kali disasar oleh masyarakat yang sudah bosan tinggal di rumah saja yaitu tempat wisata.
Memang Boltim bisa menjadi surga pariwiwsata di Bolmong Raya.
Bahkan di tengah pandemi Covid-19 pun banyak orang-orang Sulut yang datang ke Boltim hanya untuk menikmati keindahan alam Boltim.
Bagaimana kondisi wisata di Boltim selama PPKM?
Kunjungan wisatawan ke Boltim mengalami penurunan drastis.
Tetapi bukan sama sekali tidak ada yang datang, tetap ada.
Banyak orang yang takut keluar rumah karena pandemi Covid-19.
Tetapi ada juga yang ingin bersantai, menaikkan imunnya ke tempat-tempat wisata seperti Danau Moat, Pantai Abadi, Tanjung Silar, dan lain-lain.
Bahkan setiap hari ketika WFH pertama saya mendatangi pantai untuk menikmati keindahan alam.
Menjelang perayaan 17 Agustus saya dengar Pemkab Boltim akan mengadakan acara menarik. Seperti apa rencananya?
Kita menyadari bahwa semua dibatasi di masa pandemi Covid-19 termasuk upacara 17 Agustus tidak semua orang bisa hadir.
Tapi kami akan berusaha mengkoneksikan masyarakat yang ingin ikut upacara secara daring.
Kami menyediakan link-nya dan akan kami sosialisasikan ke masyarakat.
Tentu tidak akan mengurangi kekhidmatan upacara 17 Agustus.
Kami sudah merencanakan beberapa kegiatan, mudah-mudahan cuacanya juga bersahabat.
Kami akan melakukan pengibaran bendera merah putih bawah laut di Tanjung Silar karena karangnya masih terjaga dan sangat murni. Bahkan masih belum tersentuh pengrusakan lingkungan.
Kami rencananya juga akan melakukan pengibaran bendera dari atas gunung-gunung dan tentunya akan kami siarkan sebelum atau sesudah upacara 17 Agustus.
Melibatkan pihak mana saja Pak Bupati?
Kami sudah berkoordinasi dengan peserta selam khususnya di Sulawesi Utara dan akan dibantu oleh pihak kepolisian dan teman-teman SKPD.
Begitu juga dengan terjun, tapi nanti yang akan terjun dari atas benar-benar penerjun.
Jadi kami benar-benar mencari orang yang profesional, kecuali penyelam karena saya sendiri hobinya menyelam.
Kami sudah latihan juga, minggu ini latihan di laut terus.
Progresnya sudah berapa persen?
Progressnya hingga saat ini sudah hampir 560 persen.
Kami tinggal berkoordinasi sambil melihat cuaca. Kalau hujan tentu tidak bisa melakukan terjun payung.
Kalau pengibaran bendera di bawah laut, rencananya besok pagi akan dilakukan.
Kami dengar dari pengadilan setempat, kasus pernikahan anak di Boltim tergolong cukup tinggi. Apa yang telah dan akan dilakukan Pemkab Boltim untuk mencegah pernikahan anak?
Di Boltim dari tahun-tahun sebelumnya sudah banyak anak yang putus sekolah karena dimanjakan sumber daya alam Boltim yang melimpah. Misalnya tambang emas.
Anak-anak yang seharusnya masih menempuh pendidikan di sekolah ketika sudah merasakan memegang uang hasil tambang akan merasa dimanjakan.
Setelah itu tentu tujuan mereka adalah menikah.
Tetapi saat ini kami sudah melakukan sosialisasi melalui Dinas Pendidikan dan instansi terkait lainnya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya di desa-desa.
Juga memberikan pemahaman kepada mereka bahwa pendidikan dulu yang utama baru kemudian kita menyusun masa depan.
Dinas Pendidikan saat ini juga sedang melakukan pendataan anak usia sekolah yang putus sekolah kemudian akan kami sekolahkan lagi termasuk untuk mengikuti program Paket C.
Pemkab Boltim saat ini juga sedang melakukan rekrutmen CPNS dan PPPK. Sejauh mana progresnya?
Kita baru selesai melaksanakan seleksi pemberkasan kepada CPNS di Boltim.
Total ada sekitar 4 ribu pelamar, yang dinyatakan lulus pemberkasan sekitar 2 ribu orang.
Kami memprioritaskan Nakes dan guru. Karena memang pada saat Covid-19, kami sangat membutuhkan nakes.
Begitu juga tenaga guru karena kami sangat kekurangan. Tapi pada prinsipnya semua instansi kami masih membutuhkan penambahan PNS.
Dengar-dengar akan ada mutasi sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Boltim. Bisa dijelaskan sejauh mana rencana mutasi tersebut?
Memang aturannya sudah memperbolehkan kami melakukan mutasi pada Agustus ini.
Beberapa daerah lain juga sudah melaksanakan hal tersebut.
Tentu saya juga pasti akan melakukan mutasi kepada jajaran PNS Pemkab Boltim tapi bukan berdasarkan kepentingan politik, tapi kami melihat profesionalisme.
Benar-benar kami menilai dengan objektif mana orang yang mampu ditempatkan di SKPD-SKPD.
Jadi bukan karena ada kedekatan. Baik juga kalau kemarin orang itu adalah tim kami, dekat dengan kami dan memiliki kemampuan yang kami inginkan.
ASN di Boltim tidak perlu khawatir karena pasti orang-orang yang hebat tetap akan berada di posisinya.
Yang tentu akan tergerus adalah orang-orang yang mencari pendekatan kepada pemimpin bukan dengan pekerjaan dan profesionalitas.
Mutasinya rencana bulan ini atau September nanti?
Sebenarnya bulan ini sudah bisa tapi kami masih melihat kondisi karena kami baru saja menyelesaikan RPJMD, tapi akan secepatnya dilakukan.(*)
Data Diri Sam Sachrul Mamonto
Lahir: Modayag, Kabupaten Boltim, 16 Desember 1973.
Pekerjaan: Bupati Boltim
Istri: Seska Elfira Budiman
Anak: 2 orang
Riwayat Pendidikan
SD : SDN Impres Modayag 1980 sampai 1986
SMP: STN Negeri Kotamobagu 1986 sampai 1989
SMA: SMA 4 Manado 1989 sampai 1992
S1: STIKOM Manado 1996 sampai 2000.
Riwayat Organisasi
- Bendahara Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia pada 2004 hingga 2006.
- Ketua Pemuda Mamonto BMR 2010-2017
- Koordinator Humas Persidium Pemekaran Boltim 2010-2013
-Wakil Sekretaris Persidium Pemekaran BMR 2012 hingga sekarang.
-Ketua DPD PAN Boltim 2012 hingga 2015
-Wakil Ketua Palang Merah Indonesia pada 2015 hingga 2020.
Riwayat Pekerjaan
- Wartawan 2001 hingga 2008
- Ketua Komisi Pemilihan Umum Bolmong 2009 hingga 2012
- Ketua DPRD Boltim 2014 hingga 2015
- Anggota Dewan Komisaris Bank SulutGo 2016 hingga 2018
- Direktur PD Gadasera Bolmong 2018 hingga sekarang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bupati-boltim-sam-sachrul-mamonto-saat-menjadi-narasumber-pada-tribun-talk-edisi-kedua.jpg)