Berita Manado
Cerita Penjual Bendera di Tengah PPKM Manado, Pendapatan Turun hingga 75 Persen
Sejak awal Agustus, sudah banyak pedagang bendera bermunculan baik di pasar maupun di pinggir jalan.
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Sebentar lagi masyarakat Indonesia akan merayakan HUT ke-76 RI yang jatuh pada 17 Agustsu 2021.
Sejak awal Agustus, sudah banyak pedagang bendera bermunculan baik di pasar maupun di pinggir jalan.
Salah satunya adalah Andri yang menjajakan bendera dan umbul-umbul di Jalan Tololiu Supit, Teling Atas, Wanea, Manado, Sulawesi Utara.
Andri sudah berjualan di sekitar Jalan Tololiu Supit selama kurang lebih lima tahun.
Selama berjualan, Andri mengaku masa pandemi virus corona (Covid-19) merupakan masa yang paling berat.
"Dulu sehari bisa menjual paling tidak 50 bendera dan umbul-umbul, sekarang mau habisin satu kodi saja sulit. Paling sehari laku 10 bendera," terang Andri ketika ditemui Tribunmanado.co.id, Senin (9/8/2021).
Pendapatan Andri pun berkurang hingga 75 persen.
Andri mengungkapkan lebih banyak orang mencari bendera untuk dikibarkan di rumah dibanding di perkantoran.
Bendera yang ia jual pun bermacam-macam harganya mulai dari Rp 5 ribu-Rp 350 ribu.
"Paling banyak dicari ukuran 120 cm untuk dikibarkan di rumah. Harganya Rp 25 ribu," tambah Andri.
Meski sepi, Andri berharap mendekati tanggal 17 Agustus banyak masyarakat yang datang membeli bendera dan umbul-umbul dagangannya.
Tentang Manado
Kota Manado adalah Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, dan merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi.
Kota Manado berbatasan dengan Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara.
Kota Manado memiliki 11 kecamatan serta 87 kelurahan dan desa, luas wilayah Kota Manado 157,27 km²
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dagangan-bendera-dan-umbul-umbul-di-jalan-tololiu-supit.jpg)