Berita Tomohon
Caroll Senduk dan Wenny Lumentut Cari Pejabat Berkualitas, Terlibat Politik Praktis Peluang Non Job
Jargon tersebut perlahan mulai diwujudkan Wali Kota Tomohon Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut.
Penulis: Hesly Marentek | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Tomohon Butuh Perubahan. Jargon tersebut perlahan mulai diwujudkan Wali Kota Tomohon Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut.
Satu per satu program mulai direalisasikan, sebut saja santunan dana duka sebesar Rp 5 juta yang langsung action per 1 Maret atau beberapa hari setelah keduanya dilantik.
Lalu ada insentif lansia yang sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp 6 miliar lebih dan tinggal menunggu waktu direalisasikan.
Namun begitu, masih banyak program yang harus dijalankan Caroll Senduk dan Wenny Lumentut untuk tiga tahun kedepan.
Sehingga turut dibutuhkan jajaran Kabinet yang kuat guna membantu tugas-tugas Wali Kota dan Wali Kota dalam mewujudkan visi misi serta program yang disampaikan saat kampanye lalu.
Teranyar Pemkot Tomohon dibawa Kepemimpinan Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut tengah menyiapkan sesuatu yang ditunggu-tunggu sebagian besar pendukung sejak keduanya dilantik pada 26 Februari 2021 lalu.
Yaitu mutasi atau rolling secara besar-besaran.
Karena sesuai regulasi keduanya baru bisa melakukan rolling pejabat, enam bulan setelah dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
"Sementara dipersiapkan rolling di lingkup jabatan eselon II serta eselon III dan IV," kata Sekretaris Kota Tomohon Edwin Roring, Kamis (5/8/2021) malam.
"Aturannya kan setelah enam bulan. Jadi ini akhir Agustus ini sudah bisa," tambah Edwin Roring.
Hampir semua jabatan berpotensi kena rolling, karena selain sebagai penyegaran, langkah ini juga guna memperkuat jajaran kabinet Pemkot Tomohon.
"Pimpinan menilai setiap kinerja dari masing-masing ASN. Salah satu tolak ukur apakah iya (ASN) bisa bekerja sama untuk menjalankan tugas yang diberikan pimpinan," ujar Roring.
Di Jabatan eselon II, bakal dilakukan melalui seleksi terbuka.
"Kami sudah menyurat ke KASN dan Kemendagri. Kita tinggal menunggu apakah dilakukan Job Fit terlebih dahulu, baru seleksi terbuka. Atau malah sebaliknya, jadi semua tergantung petunjuk nanti," jelas Edwin Roring yang juga merupakan Ketua Pansel lelang jabatan eselon II.
Sementara untuk di lingkup jabatan eselon III dan IV, Roring menyebut semuanya tergantung penilaian Wali Kota dan Wakil Wali Kota.