Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bolmong

Stok Menipis, Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Bolmong Belum Maksimal

Progam vaksinasi terus menjadi prioritas Pemerintah Indonesia, dalam melindungi masyarakat dari terjangan Covid-19.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
nielton durado/tribun manado
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow ketika memimpin penyemprotan disinfektan massal. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Progam vaksinasi terus menjadi prioritas Pemerintah Indonesia, dalam melindungi masyarakat dari terjangan Covid-19.

Tak terkecuali di Kabupaten Bоlmоng, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yang terus gencar melakukan vaksinasi.

Meski begitu, hingga saat ini vaksinasi di Kabupaten Bolmong belum berjalan sesuai harapan.

Hal itu disebabkan karena stok vaksin yang mulai menipis di Kabupaten Bоlmоng.

Menurut Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Bolmong yang ditargetkan sebanyak 179. 000 warga, justru saat ini masih kekurangan vaksin.

”Progres pelaksanaan vaksin masih jauh dari target, sebab stok vaksin sudah tidak ada,”tutur Yasti ketika ditemui awak media, Rabu (4/8/2021) di kantornya.

Untuk itu, kata Yasti, ia telah meminta penambahan jumlah vaksin Covid-19 kepada Gubernur Sulut.

”Dalam waktu dekat Pemkab Bolmong akan menerima vaksin dari pemprov Sulut,”ujar dia.

Menurut Yasti, pelaskanaan vaksinasi untuk warga Bolmong, Pemkab Bolmong telah menyiapkan vaksinator pada 18 Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datoe Binangkang untuk mendukung suksesnya pelaksanaan vaksinasi.

“Untuk mengantisipasi lonjakan Covid 19, Pemkab Bolmong telah menyiapkan RSUD Datoe Binangkang dan Rumah Susun Lalow sebagai tempat pelaksanaan isolasi mandiri,”tutur Yasti.

Ia juga minta kepada pemerintah desa untuk menyiapkan rumah singgah tempat isolasi mandiri di desa dan dibiayai oleh Dana Desa dan menjadi tanggung jawab sangadi.

Yasti Soepredjo Mokoagow juga mendukung penuh pelaksanaan operasi Yustisi oleh Tim Gugus Tugas Covid 19 oleh 4 pilar yakni Sangadi, Babinsa, Babinkamtibmas dan Tenaga kesehatan.

Menurutnya pelaksanaan Operasi Yustisi bersifat dinamis dan harus terarah dan tepat sasaran.

“Untuk pencegahan meningkatnya Covid -19 di Bolmong yang masuk zona kuning menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2,”jelas Yasti.

Diketahui pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Bolmong saat ini telah mencapai 22.000 warga, yang menyasar tenaga medis, guru, serta pelayanan public. (Nie)

Tentang Bolmong

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved