Breaking News:

Berita Sulut

BI: Inflasi Manado - Kotamobagu Dipicu Kenaikan Harga Barito dan Ikan Laut

Pergerakan harga secara umum di Provinsi Sulut pada Juli 2021 mengalami peningkatan baik di Manado maupun di Kotamobagu

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
fernando lumowa/tribun manado
Komoditas Barito (bawang, rica dan tomat) dan ikan laut kembali menjadi pemicu inflasi di Manado dan Kotamobagu pada Bulan Juli 2021. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pergerakan harga secara umum di Provinsi Sulut pada Juli 2021 mengalami peningkatan baik di Manado maupun di Kotamobagu.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Manado mencatatkan inflasi sebesar 0,28 persen (mtm).

Inflasi Juli lebih tinggi dari Juni 2021 yang mengalami inflasi sebesar
0,07% (mtm).

Sama halnya dengan Kotamobagu, pada bulan Juli tercatat inflasi sebesar 0,78%, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat deflasi sebesar -0,09% (mtm).

Secara tahunan, inflasi Manado dan Kotamobagu pada Juli 2021 masing-masing tercatat sebesar 3,00% (yoy) dan 2,89% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Arbonas Hutabarat mengatakan, angka inflasi Sulut masih berada pada rentang target inflasi nasional 3±1% (yoy).

Dilihat berdasarkan kelompok pengeluarannya, tekanan inflasi pada Juli 2021 di Manado utamanya
bersumber dari peningkatan tekanan harga pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,83% (mtm).

Kelompok ini dengan andil 0,25% (mtm). Diikuti oleh Kelompok Rekreasi,
Olahraga, dan Budaya, dengan inflasi sebesar 1,04% (mtm) dengan andil mencapai 0,02% (mtm).

Adapun komoditas penyumbang inflasi terbesar antara lain adalah perikanan dan Barito (bawang rica/cabau rawit dan tomat).

Dari Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, komoditas strategis perikanan yamenyumbangkan inflasi terbesar antara lain ikan Malalugis dengan andil inflasi sebesar 0,15% (mtm), dan komoditas ikan cakalang dengan andil inflasi 0,09% (mtm).

Arbonas mengatakan, hal ini disebabkan oleh menurunnya pasokan ikan akibat faktor cuaca.

Sementara bawang, rica, dan tomat (Barito) sebagai komoditas strategis utama di Manado pada bulan Juli 2021 juga turut memberikan andil inflasi.

Cabai rawit mengalami inflasi dengan andil 0,10% (mtm), bawang merah dengan andil 0,03% (mtm), dan tomat dengan andil 0,03% (mtm).

Kenaikan harga pada komoditas bawang merah disebabkan oleh kendala distribusi laut akibat cuaca dan kelangkaan solar dari pemasok di Bima, NTB.

Sementara pada komoditas cabai rawit, kenaikan harga disebabkan oleh berkurangnya pasokan karena petani belum mengalami panen raya menjelang hari besar Idul Adha.

"Selain itu karena cuaca buruk di berbagai wilayah pemasok cabai rawit seperti Gorontalo dan Bolmong," jelasnya.

Selanjutnya pada Kelompok
Rekreasi, Olahraga, dan Budaya, komoditas buku tulis bergaris menjadi kontributor inflasi terbesar
dengan andil 0,02% (mtm).

Bulan Juli yang merupakan awal tahun ajaran baru menyebabkan
permintaan akan komoditas ini turut meningkat.

Di sisi lain, Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya menjadi satu-satunya kelompok komoditas di Kota Manado yang memberikan kontribusi deflasi sebesar -0,01% (mtm).

Sementara, Kotamobagu pada Juli 2021 juga mencatatkan inflasi setelah pada bulan sebelumnya mengalami
deflasi.

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau di Kotamobagu juga menjadi kontributor inflasi
terbesar dengan andil sebesar 0,78% (mtm).

Angka inflasi Kelompok ini di atas Kelompok Informasi,
Komunikasi dan Jasa Keuangan dan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Lainnya yang keduanya masing-masing memiliki andil sebesar 0,02% (mtm).

Komoditas ikan Cakalang,
cakalang diawetkan, dan ikan Malalugis di Kotamobagu merupakan 3 komoditas dengan kontribusi
inflasi tertinggi dengan andil masing-masing 0,39% (mtm), 0,33% (mtm), dan 0,05% (mtm).

Hal ini disebabkanpermintaan masyarakat terhadap komoditas pangan perikanan yang mengalami
peningkatan di tengah pasokan yang relatif terbatas.

Sementara itu, dari Kelompok Informasi,Komunikasi, dan Jasa Keuangan, komoditas telepon seluler merupakan komoditas dengan andil inflasitertinggi sebesar 0,01% (mtm).

Arbonas menjelaskan, pandemi Covid-19 yang menyebabkan maraknya digitalisasi akibatpembatasan pergerakan masyarakat dan adaptasi dalam new normal ditengarai meningkatkanpermintaan masyarakat akan telepon seluler.

Hal yang serupa dengan yang terjadi di Manado, Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya juga mencatatkan deflasi sebesar -0,01% (mtm) dan
andil pada inflasi -0,001% (mtm).

Baca juga: UPDATE: Covid-19 Indonesia, Bertambah 35.867 Kasus Baru, Jateng Tertinggi dengan 4.169

Baca juga: Meski PPKM, PT PP Terus Genjot Pembangunan Bendungan Lolak

Baca juga: Daftar Perolehan Medali Emas Indonesia Sepanjang Gelaran Olimpiade

 

 

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved