Olimpiade Tokyo

Medali Olimpiade Tokyo 2020 Ternyata Hasil Daur Ulang Sampah Elektronik, Dikumpul Selama Dua Tahun

Ya, material medali berupa emas, perak dan perunggu itu dikumpulkan dari sampah elektronik yang disumbangkan masyarakat Jepang.

Editor: Alpen Martinus
medcom
UPDATE: Daftar Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Pepet Britania Raya dan Belanda 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Gelaran Olimpiade Tokyo 2020 kini menjadi ajang untuk negara peserta menunjukkan prestasi mereka di bidang olahraga.

bagi seorang atlet yang ingin dikejar adalah medali, lantaran itu menjadi kebanggan bagi seorang atlet.

Medali juga bentuk bukti prestasi seorang atlet.

Baca juga: Live Streaming Final Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo Siang Ini, Greysia Polii dan Apriyani Hadapi Cina

Medali emas, perak dan perunggu di <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/olimpiade-tokyo-2020' title='Olimpiade Tokyo 2020'>Olimpiade Tokyo 2020</a>.
Medali emas, perak dan perunggu di Olimpiade Tokyo 2020.(Instagram/olympics)

Olimpiade Tokyo 2020 menjadi hiburan masyarakat dunia di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

Jepang selaku penyelenggara pun tak main-main menyipakan olimpiade yang tertunda dan baru bisa dilaksanakan di tahun 2021 ini.

Salah satunya soal medali yang ternyata butuh waktu selama dua tahun untuk mengumpulkan materialnya.

Bukannya tanpa sebab, pengumpulan material medali menjadi lama karena Pemerintah Jepang turut melibatkan masyarakatnya.

Baca juga: Agnez Mo Beri Dukungan untuk Greysia Polii di Olimpiade Tokyo 2020, Ternyata Bersahabat Sejak Remaja

Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan meraih medali perak di Olimpiade Tokyo, Minggu 25 Juli 2021.
Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan meraih medali perak di Olimpiade Tokyo, Minggu 25 Juli 2021. (AFP/VINCENZO PINTO)

Ya, material medali berupa emas, perak dan perunggu itu dikumpulkan dari sampah elektronik yang disumbangkan masyarakat Jepang.

Bagi masyarakat Jepang, proyek tersebut merupakan kesempatan bagi mereka untuk menjadi bagian dari Olimpiade Tokyo 2020.

"Kampanye tersebut meminta masyarakat untuk menyumbangkan perangkat elektronik usang untuk proyek tersebut," kata Juru Bicara Olimpiade Tokyo 2020 Hitomi Kamizawa, dikutip dari DW via Kompas.com.

"Kami berterima kasih atas kerja sama semua orang," lanjutnya.

Baca juga: Atlet Cantik Peraih Medali Emas Olimpiade Tokyo Pakai Kondom Sebelum Bertanding

Terungkap Alasan Mengapa Atlet Olimpiade Selalu Menggigit Medali Saat Berpose di Podium
Terungkap Alasan Mengapa Atlet Olimpiade Selalu Menggigit Medali Saat Berpose di Podium (AP Photo)

Sebanyak 90 persen kota, kota kecil, dan desa di Jepang berhasil dijangkau berkat adanya situs penjemputan donasi.

Selama dua tahun dikumpulkan, sampah-sampah elektronik itu menghasilkan 70 pon (32 kg) emas, 7.700 pon (3.493 kg) perak, dan 4.850 pon (2.200 kg) perunggu.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved