Olimpiade Tokyo
Rebutan Medali Perunggu Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo, Lawan Anthony Ginting Bakal Tarung Mati-matian
Setelah gagal melaju ke final bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020, harapan terakhir Anthony Sinisuka Ginting adalah merebut medali perunggu.
Kevin Cordon lolos ke babak knock out setelah di Grup C mengalahkan salah satunya pebulutangkis Hongkong Angus Ng Ka Long.
Di babak knock out, dia lolos dari hadangan pebulutangkis Belanda dan Korsel.
Kevin lolos ke semifinal setelah mengalahkan pemain asal Korea Selatan, Heo Kwanghee, Sabtu (31/7/2021) pagi WIB.
Pebulutangkis asal Guatemala ini hanya membutuhkan dua set untuk memastikan diri tampil di empat besar Olimpiade Tokyo 2021.
Ia menang dengan skor 21-13 dan 21-18. Kepastian Kevin melaju ke semfinal tentu menjadi perhatian tersendiri bagi pecinta bulutangkis.
Sebab, sebelumnya tak banyak yang tahu atau bahkan sudah mendengar sosok Kevin Cordon.
Kevin Cordon lahir di Zacapa, Guatemala pada 28 November 1986. Ia rupanya belum menggemari dunia tepok bulu angsa sejak kecil. Ia kecemplung di dunia badminton saat dirinya berumur 11 tahun.
"Saya mulai bermain badminton saat berusia 11 tahun," ungkap Kevin Cordon dikutip dari laman BWF.
Selain itu, ada alasan tersendiri mengapa Kevin memilih menekuni olahraga bulutangkis ini. Menurutnya, bermain badminton adalah salah satu cara terbaik dan tercepat untuk bisa tampil di Olimpiade.
Padahal sebelum mengenal badminton, ia adalah seorang pesepak bola di Guatemala. Ia berubah pikiran saat menghadiri turnamen badminton di kota tempat tinggalnya.
Atlet berusia 34 tahun ini memandang olahraga tersebut juga memiliki resiko kecil untuk mengalami cedera. Untuk itu, ia tak menunda lagi untuk meninggalkan dunia sepak bola dan masuk ke lingkungan bulutangkis.
"Saya mengenal badminton dengan tidak sengaja. Saya pergi ke pertandingan bulutangkis lokal dan mulai bermain. Tiga bulan kemudian saya memenangkan turnamen pertama saya," katanya.
"Saya sebenarnya bermain sepak bola juga, tetapi badminton adalah pintu yang terbuka bagi saya dan sekaligus menghindari cedera," lanjutnya.
Setelah kecemplung di dunia tersebut, ia mendedikasikan dirinya untuk tampil dengan baik. Impiannya pun berubah seiring profesinya sebagai seorang pebulutangkis. Ia sangat ingin tampil di ajang Olimpiade mewakili negaranya.
"Impian saya adalah bersaing di level Olimpiade," sambungnya.