Berita Bolsel
Kepala Dinas PPKBP3A Bolsel Suhartini Damo: Ketahanan Keluarga, Tekan Pernikahan Dini
Kepala Dinas PPKBP3A Bolsel Suhartini Damo mengatakan bahwa dalam pembinaan rumah tangga kami melakukan pembinaan berupa akseptor Keluarga Berencana (
Penulis: Indra Wahyudi Lapa | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Berbagai cara dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan ( Bolsel) dalam pembinaan rumah tangga.
Kepala Dinas PPKBP3A Bolsel Suhartini Damo mengatakan bahwa dalam pembinaan rumah tangga kami melakukan pembinaan berupa akseptor Keluarga Berencana (KB)
"Pembinaan rumah tangga atau keluarga kami lakukan melalui pembinaan akseptor KB," ujar dia kepada tribunManado.co.id, Jum'at (30/7/2021).
Ia menambahkan bahwa pembinaan ini juga melalui ketahanan keluarga, di mana keluarga ikut KB, akan memberi manfaat bagi setiap keluarga, memberi ruang untuk mendidik anak sampai dengan pendidikan anak.
"karena dengan menjarangkan kelahiran bisa tercapai kualitas kelurga otomatis SDM yang berkualitas akan terwujud," ungkapnya.
Suhartini pun menjelaskan disamping itu pula keluarga bisa beraktivitas untuk kelanjutan kebutuhan keluarga lainnya.
"Jadi ada aktivitas lainnya seperti ekenomi bermasyarakat secara menyeluruh," jelas dia.
Ia mengatakan, dengan pembinaan ketahanan keluarga ini bisa menekan angka perkawinan di bawah umur.
"Pernikahan dini segalanya hanya keluarga yang bisa melakukan itu, karena pembinaan anak-anak itu dari kelurga," pintanya
Suhartini menambahkan bahwa pendidikan anak lebih penting bila antena keluarga tidak mementingkan ego masing-masing terlebih orang tua.
"Pendidikan anak usia dini akan memberi motivasi anak-anak agar lebih mementingkan pendidikan secara berjenjang," ucapnya
"Bila hal ini tidak dikontrol lebih awal maka mustahil anak-anak akan bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi," tambah dia
Suhartini Damo juga menjelaskan, PUP atau pendewasaan usia perkawinan sangat berpengaruh buruk pada perkembangan mental dari anak-anak
"karena mereka masih perlu bimbingan bagaimana merencanakan perkawinan yang baik," aku dia
Ia menambahkan ini bisa menekan angka kematian ibu dan bayi, karena organ tubuh pada ibu belum siap akan terjadi kehamilan termsuk fisik dan mental ibu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kepala-dppkbp3a-bolsel-suhartini-damo-sambut-harganas.jpg)