Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bolsel

Kepala Dinas PPKBP3A Bolsel Suhartini Damo: Ketahanan Keluarga, Tekan Pernikahan Dini

Kepala Dinas PPKBP3A Bolsel Suhartini Damo mengatakan bahwa dalam pembinaan rumah tangga kami melakukan pembinaan berupa akseptor Keluarga Berencana (

Penulis: Indra Wahyudi Lapa | Editor: Aldi Ponge
Tribun manado / nielton durado
Kepala DPPKBP3A Bolsel Suhartini Damo 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Berbagai cara dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan ( Bolsel) dalam pembinaan rumah tangga.

Kepala Dinas PPKBP3A Bolsel Suhartini Damo mengatakan bahwa dalam pembinaan rumah tangga kami melakukan pembinaan berupa akseptor Keluarga Berencana (KB)

"Pembinaan rumah tangga atau keluarga kami lakukan melalui pembinaan akseptor KB," ujar dia kepada tribunManado.co.id, Jum'at (30/7/2021).

Ia menambahkan bahwa pembinaan ini juga melalui ketahanan keluarga, di mana keluarga ikut KB, akan memberi manfaat bagi setiap keluarga, memberi ruang untuk mendidik anak sampai dengan pendidikan anak.

"karena dengan menjarangkan kelahiran bisa tercapai kualitas kelurga otomatis SDM yang berkualitas akan terwujud," ungkapnya.

Suhartini pun menjelaskan disamping itu pula keluarga bisa beraktivitas untuk kelanjutan kebutuhan keluarga lainnya.

"Jadi ada aktivitas lainnya seperti ekenomi bermasyarakat secara menyeluruh," jelas dia.

Ia mengatakan, dengan pembinaan ketahanan keluarga ini bisa menekan angka perkawinan di bawah umur.

"Pernikahan dini segalanya hanya keluarga yang bisa melakukan itu, karena pembinaan anak-anak itu dari kelurga," pintanya

Suhartini menambahkan bahwa pendidikan anak lebih penting bila antena keluarga tidak mementingkan ego masing-masing terlebih orang tua.

"Pendidikan anak usia dini akan memberi motivasi anak-anak agar lebih mementingkan pendidikan secara berjenjang," ucapnya

"Bila hal ini tidak dikontrol lebih awal maka mustahil anak-anak akan bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi," tambah dia

Suhartini Damo juga menjelaskan, PUP atau pendewasaan usia perkawinan sangat berpengaruh buruk pada perkembangan mental dari anak-anak

"karena mereka masih perlu bimbingan bagaimana merencanakan perkawinan yang baik," aku dia

Ia menambahkan ini bisa menekan angka kematian ibu dan bayi, karena organ tubuh pada ibu belum siap akan terjadi kehamilan termsuk fisik dan mental ibu.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved