Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bacaan Alkitab

Bacaan Alkitab Jumat 30 Juli 2021, Kisah Para Rasul 5:9-10 : Jauhi Dusta, Hiduplah Benar

Inilah juga yang menjebak Ananias dan Safira. Mereka bermaksud mendapatkan kesenangan dan keuntungan ganda, tapi realitasnya kedua menuai kebinasaan

Editor: Aldi Ponge
Istimewa
Renungan Harian Kristen 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Persepakatan jahat yakni persekongkolan atau konspirasi, akan membawa diri kita pada kebinasaan.  

Sesaat, konspirasi terasa "menjanjikan" kesenangan. Tapi sesungguhnya itu hanya tipuan dan bujuk rayu iblis agar kita terjebak dalam jeratannya.

Hal jahat selalu menawarkan kesenangan sesaat dan instan. Sehingga terlihat indah dan menarik, padahal ujungnya menuju kebinasaan. Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut. (Amsal 14: 12; 16:25)

Inilah juga yang menjebak Ananias dan Safira. Mereka bermaksud mendapatkan kesenangan dan keuntungan ganda, tapi realitasnya kedua menuai kebinasaan, sia-sia.

Modus dusta untuk mendapatkan kelebihan dari hasil sebidang tanah, berakhir kematian. Mereka dikubur berdampingan karena mati sia-sia akibat konspirasi jahat, yang telah mencobai bahkan mendustai Roh Kudus.

Demikian Firman Tuhan hari ini. Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan?

Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar."

Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya.

Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya." (ayat 9 dan 10)

Ananias dan Safira tak menyangka bahwa akhir hidup mereka begitu tragis, mati sia-sia hanya gara-gara ambisi, keserakahan dan tak pernah puas dengan karunia Tuhan. Mereka pun menipu para rasul yang juga menipu Roh Kudus.

Konspirasi suami isteri seperti ini, adalah akar kehancuran dan kebinasaan. Mereka menuai apa yang mereka tabur.

Mereka menerima akibat atas dusta mereka. Karena tidak jujur, mereka dihukum mati. Itulah hukum pada waktu itu. Setiap orang dihukum sesuai perbuatannya.

Dusta menjadi perbuatan dosa yang dibenci Tuhan. Karena itu, dusta jangan dipelihara.

Karena dusta mendatangkan hukuman yang setimpal bagi yang melakukannya. Jauhkanlah dusta dan lakukanlah kebenaran. Itulah yang Tuhan Yesus kehendaki.

Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. (Efesus 4:25)

Sebagai keluarga dan umat Kristen, jadilah kita suami isteri yang hidup benar dan menjauhi dusta.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved