Berita Manado
Pedagang Buah di Pasar Segar Paal 2 Manado Ini Mengaku Omzet Berkurang Sejak PPKM di Manado
Penerapan PPKM Mikro di Sulawesi Utara (Sulut) didalamnya kota Manado kini berdampak bagi para pedagang.
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Penerapan PPKM Mikro di Sulawesi Utara (Sulut) didalamnya kota Manado kini berdampak bagi para pedagang.
Salah satunya Jon Sangari pedagang buah-buahan di Pasar Segar Paal Dua, Manado, sangat terdampak penghasilannya setiap hari.
Jon ketika ditemui tribunmanado.co.id di tempat jualannya mengaku, buah-buahan yang dijual ada Nanas dan Sirsak tapi pada dasarnya sebagian besar pisang dari berbagai jenis.
Menurut Jon buah-buahan tersebut dibelinya dari petani yang bawah langsung di pasar ada dari daerah Minsel, Mitra dan Bengkol, Manado.
Petani hanya melepas buah-buahannya dan Jon langsung membayarnya cash kepada petani.
Jon menceritakan selama pandemi penghasilannya sangat menurun dari sebelum pandemi.
"Saat 2020 lalu ada pandemi di Manado, jualannya sangat merosot. Namun, saat memasuki new normal akhir tahun penjualan sedikit ada peningkatan, gapi setelah sekarang ini ada penerapan PPKM Mikro omzet kembali anjlok," ucap Jon, Senin (26/7/2021).
Jon juga mengaku masa pandemi omzet sangat jauh menurun dibandingkan sebelum pandemi. Karena sebelum pandemi bahan yang masuk saya beli atau borong biasanya sekitar 5 sampai 5 juta dalam seminggu.
"Tapi sekarang paling tinggi itu seharga 2 juta," tambahnya.
Menurutnya, untuk omset penjualan sangat jauh juga berkurang. Sebelum pandemi rata-rata perhari 2 juta tapi sekarang tinggal 600 ribu perhari, itupun sekarang sudah omset yang bagus.
"Untuk sekarang memang kadang-kadang ada jualan yang busuk, tapi kami sudah antisipasi dengan pinter untuk mengambil stok akan dikurangi sesuai penjualan," ucapnya.
Ia sampaikan di pasar tersebut ramai kalau Sabtu dan Minggu, itupun kalau awal bulan baru terima gaji. Tapi kalau tua-tua bulan meskipun Sabtu dan Minggu biasanya sepi.
"Memang kalau mau pikir omzetnya sangat berkurang ingin berhenti saja kalau ada pekerjaan lain yang menguntungkan, tapi karena tidak ada pekerjaan lain untuk bertahan hidup harus tetap jualan meskipun omzetnya pas-pasan," keluhnya.
Biasanya Jon sampaikam lapaknya Ful, bahkan ada juga gudang penampungan buah yang banyak.
"Tapi syukuri saja, semua ini karena kemurahan Tuhan. Memang untuk berjualan sekarang tidak ada keuntungan yang disimpan, tapi untuk biasa hidup sehari-hari masih tercukupi. Meskipun modal pokok tidak bertambah tetapi tidak juga berkurang," ungkapnya lagi.
Harapan Jon mudah-mudahan virus corona ini cepat berlalu supaya keadaan boleh pulih, pendapatan dan penjualan semakin meningkat dengan normal lagi.(fis)
Tentang Manado
Kota Manado adalah Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, dan merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi
Kota Manado berbatasan dengan Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara.
Kota Manado memiliki 11 kecamatan serta 87 kelurahan dan desa, luas wilayah Kota Manado 157,27 km²
Wilayah perairan Kota Manado meliputi Pulau Bunaken, Pulau Siladen dan Pulau Manado Tua
Saat ini di Kota Manado dipimpin oleh Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang.
Baca juga: Peringatan Dini Besok Selasa 27 Juli 2021, BMKG: Wilayah Ini Alami Hujan Petir dan Angin Kencang
Baca juga: Dinkes Sulut Pindahkan Lokasi Skrining Rapid Antigen dan Swab PCR di Eks Kantor Pajak Pratama
Baca juga: PPKM Level IV di Sulut, Gubernur Olly Dondokambey Siapkan Edaran ke Bupati/Wali Kota