Berita Internasional
Kasus Covid-19 Tinggi, Malaysia Tak Akan Perpanjang Keadaan Darurat, Ini Alasannya
Malaysia tidak akan memperpanjang keadaan darurat nasional Covid-19 yang akan berakhir pada 1 Agustus.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Malaysia tidak akan memperpanjang keadaan darurat nasional Covid-19 yang akan berakhir pada 1 Agustus.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Hukum Malaysia Takiyuddin Hassan mengatakan
Takiyuddin mengatakan pemerintah tidak akan meminta raja untuk memperpanjang keadaan darurat.
"Setelah 1 Agustus, semua peraturan darurat akan dicabut dan oleh karena itu, isu pembatalan yang diungkit (oleh anggota parlemen oposisi) tidak relevan lagi," kata Takiyuddin kepada DPR, Rabu (26/7), seperti dilansir dari New Straits Times.
Malaysia telah berada di bawah aturan darurat sejak Januari, dengan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin berpendapat itu diperlukan untuk mengekang penyebaran Covid-19.
Tetapi para kritikus mengecam langkah itu dan menuduh perdana menteri berusaha mempertahankan kekuasaan di tengah mayoritas tipis.
Terlepas dari keadaan darurat dan lockdown yang ketat, pandemi Covid-19 di Malaysia semakin memburuk, memicu kemarahan publik.
Malaysia membukukan kasus baru tertinggi tiga hari berturut-turut.
Malaysia melaporkan rekor jumlah kasus pada hari Minggu (25/7) menjadikan jumlah total infeksi melewati 1 juta. Tingkat infeksi per kapitanya adalah yang tertinggi di kawasan ini.
Malaysia adalah monarki konstitusional di mana raja memiliki peran seremonial, melaksanakan tugasnya dengan saran dari perdana menteri dan Kabinet.
Tetapi raja juga memiliki kekuatan untuk memutuskan apakah keadaan darurat harus diumumkan.
Muhyiddin telah memerintah dengan mayoritas tipis dan memimpin koalisi penguasa yang tidak stabil sejak berkuasa pada Maret 2020.
Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai politik terbesar Malaysia dan sekutu kunci dalam koalisi, menarik dukungan untuk Muhyiddin awal bulan ini.
Meskipun demikian, Jaksa Agung Malaysia mengatakan penarikan itu tidak akan mempengaruhi posisi Muhyiddin atau kabinetnya karena masalah mayoritas hanya dapat ditentukan oleh parlemen.
Parlemen akhirnya bersidang selama lima hari, mulai Senin (26/7). Sejauh ini, belum ada indikasi kemungkinan akan digelarnya mosi tidak percaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/malaysia-flag_20180323_162600.jpg)