Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

3 Pasien Meninggal Dunia di Rumah Saat Isolasi Mandiri, Data Dinas Kesehatan Kota Sukabumi

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Sukabumi ada 3 orang pasien yang meninggal dunia di rumah saat isolasi mandiri. 

Tayang:
Tribun Jakarta
Ilustrasi Meninggal Dunia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Sukabumi ada 3 orang pasien yang meninggal dunia di rumah saat isolasi mandiri

Data tersebut yakni selama Bulan Juli 2021. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Rita Fitria Ningsih mengatakan, adanya ruangan atau tempat pusat isolasi mandiri ini untuk mengontrol semua pasien yang isolasi bergejala sedang.

"Adanya pusat isolasi mandiri ini untuk memotong resiko, dimana pemantauannya pasien isolasi akan lebih baik" ujarnya, kepada Tribunjabar.id, Sesuai menghadiri peresmian Asrama Polres Sukabumi Kota dijadikan pusat isolasi mandiri, Jumat (23/7/2021).

Menurut Rita, sebagaimana diketahuinya, bahwa angka kematian pasien Isoman di Jawa Barat tinggi, maka setiap pemerintah daerah perlu melakukan langkah upaya menekan kematian.

"Tujuan utama menyediakan pusat Isolasi mandiri ini untuk menekan kematian tingkat Isolasi mandiri, karena di Kota Sukabumi sudah 3 pasien isolasi meninggal dirumahnya" tuturnya

Lanjut Rita "Apalagi ditambah dengan varian virus delta memiliki karakter yang sangat spesifik cepat mudah menular di satu sisi cepat sembuhnya tapi disisi lain efeknya luar biasa" ucapnya.

Namun di sisi lain diberlakukannya PPKM Darurat ini , pihaknya sangat bersyukur, BOR isolasi di seluruh rumah sakit saat yang ada di Kota Sukabumi sudah menurun.

Bahkan hari ini 65 persen keterisiannya.

"Ini sangat luar biasa di banding awal-awal Juli kemarin, kita mencapai 98 persen. Tentunya ini berkat kerjasama semua unsur baik pemerintah, TNI Polri dan masyarakat" katanya. (*)

Info Kasus Covid 19 di Indonesia

Update jumlah kasus virus corona atau covid 19 di Indonesia dan di dunia hingga hari ini Rabu 23 Juli 2021.

Jumlah kasus covid 19 di Indonesia masih terus bertambah.

Khusus untuk hari ini Rabu (23/7/2021), ada penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 49.071 kasus.

Demikian update data hingga pukul 12.00 WIB.

Dengan penambahan tersebut, maka total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 3.082.410.

Sementara pasien positif yang sembuh bertambah 38.988 orang, sehingga total pasien yang dinyatakan pulih mencapai 2.431.911.

Kemudian pasien yang meninggal dunia bertambah 1.566, sekaligus rekor tertinggi sejak pandemi. Dengan demikian, total kasus kematian Covid-19 tembus 80.598 orang.

Untuk kasus aktif atau pasien yang masih dalam perawatan dan isolasi mandiri hingga hari ini mencapai 569.901 orang atau bertambah 8.517 dari kemarin.

Update Corona Global 23 Juli 2021

Menurut data dari worldometers.info, saat ini, tercatat sudah ada 193.432.401 kasus Covid-19 di seluruh dunia.

Total 175.743.078 antaranya telah sembuh sedangkan 4.151.763 lainnya meninggal dunia.

Kasus aktif di seluruh dunia tercatat 13.537.560.

Negara dengan jumlah kasus terbanyak ditempati oleh Amerika Serikat dengan total 35.213.594 kasus.

India yang tengah menjadi sorotan karena lonjakan infeksi virus corona, per hari ini telah melaporkan 31.293.062 kasus dan catat 405.481 kasus aktif.

Dikutip dari covid19.go.id, total kasus infeksi corona di Indonesia menembus 3 juta kasus, tepatnya 3.033.339, pada Kamis (22/7/2021).

Pasien sembuh hari ini bertambah 36.370, sehingga totalnya menjadi 2.392.923 kesembuhan.

Adapun kasus kematian harian bertambah 1.449 jiwa, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang pandemi.

Sehingga, total kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 79.032 jiwa.

Sementara itu, total kasus aktif mencapai 561.384.

1,5 Juta Anak Kehilangan Orang Tua karena Covid-19

Diperkirakan 1,5 juta anak di seluruh dunia telah kehilangan orang tua, kakek-nenek wali, atau kerabat yang merawat mereka karena Covid-19.

Penelitian The Lancet dan dipimpin oleh akademisi Imperial menyatakan, data kematian Covid-19 dari Maret 2020 hingga April 2021 menyajikan hal itu.

Selama 14 bulan pertama pandemi, 1 juta anak kehilangan salah satu orangtua dan lainnya kehilangan pengasuh seperti kakek nenek.

Anak-anak yang kehilangan orang tua atau pengasuhnya berisiko mengalami efek buruk jangka pendek dan jangka panjang yang mendalam pada kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan seperti peningkatan risiko penyakit, kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan kehamilan remaja.

"Pandemi berdampak anak menjadi yatim piatu adalah keadaan darurat global, dan kita tidak mampu untuk menunggu sampai besok untuk bertindak," ujar peneliti utama studi tersebut Seth Flaxman dikutip dari Imperial, Jumat (23/7/2021).

Beberapa pihak menyebut kehilangan orangtua atau pengasuh bagi anak sebagai dampak membekas yang amat menyedihkan akibat pandemi ini.

Seperti halnya di India data 5 Juni 2021 lalu, ada 3.632 anak terpaksa menjadi yatim piatu karena kedua orang tuannya meninggal akibat Covid-190, dan 26.176 anak yang kehilangan salah satu orang tuanya karena penyakit ini.

Bahkan angkanya diprediksi lebih tinggi lagi dari itu.

Pemerintah India pun menyediakan anggaran amat besar untuk kehidupan anak-anak ini.

Covid-19 bukan hanya masalah kesehatan masyarakat, tetapi juga masalah mendasar kemanusiaan.

Tidak ada salahnya untuk Indonesia mengantisipasi kejadian kemanusiaan ini.

Covid-19 harus segera dikendalikan, dan salah satu upayanya adalah memperketat lagi pembatasan sosial secara nyata.

Kasus sudah meningkat beberapa kali lipat, maka kegiatan pembatasan sosial juga harus beberapa kali lipat lebih ketat lagi, tidak bisa hanya meneruskan program yang lama saja.

"Mari kita tanggulangi COVID-19, mari kita lindungi anak-anak kita," kata Prof Tjandra Yoga Aditama.

Kematian Akibat Covid-19 Bukan Sekadar Angka Statistik

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan jumlah kematian akibat Covid-19 bukan sekadar angka-angka statistik.

Sejak awal pandemi, puluhan ribu warga negara Indonesia telah meninggal.

"Semua elemen bangsa harus kompak, bersatu dan melakukan langkah yang saling dukung dan terpadu untuk menyelamatkan nyawa rakyat yang bukan hanya sekadar angka-angka statistik," ujar Yaqut melalui keterangan tertulis, Jumat (23/7/2021).

"Dalam angka yang tiap hari kita baca, ada nyawa dan jiwa yang mungkin orang-orang yang kita kenal, cintai, dan hormati," tambah Yaqut.

Menurutnya, saat ini diperlukan kebersamaan dalam ikhtiar menanggulangi pandemi Covid-19 di Indonesia.

Sehingga, angka kematian dan positif Covid-29 yang tiap hari diumumkan, tidak lagi terdengar karena pandemi telah berlalu.

"Untuk itu, menjaga protokol kesehatan, vaksinasi yang terus diupayakan pemerintah merupakan bagian ikhtiar yang tidak bisa diabaikan," pungkas Yaqut.

Virus Corona

Berita Terkait Update Kasus Covid

SUMBER:

https://jabar.tribunnews.com/2021/07/23/tiga-orang-meninggal-saat-isoman-pusat-isolasi-mandiri-bisa-cegah-angka-kematian?_ga=2.5016762.886501203.1627024523-1591898075.1576795473

https://www.tribunnews.com/corona/2021/07/23/update-covid-19-di-indonesia-kasus-harian-hampir-50-ribu-angka-kematian-catatkan-rekor?page=all

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved