Breaking News:

Berita Kejagung

Hari Bhakti Adhyaksa, Jaksa Agung Beri Pesan Penting Kepada Seluruh Jajaranya

Burhanuddin melaksanakan kunjungan kerja virtual kelima tahun 2021 secara virtual dari ruang kerja Jaksa Agung di Gedung Menara Kartika Adhyaksa

Editor: Rhendi Umar
istimewa
Jaksa Agung Beri Pesan Penting Kepada Seluruh Jajaranya 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jaksa Agung RI Dr. Burhanuddin, SH. MH. melaksanakan kunjungan kerja virtual kelima tahun 2021 secara virtual dari ruang kerja Jaksa Agung di Gedung Menara Kartika Adhyaksa Kebayoran Baru Jakarta.

Dia memberikan pesan-pesan kepada jajarannya terkait penerapan sanksi PPKM yang diberlakukan di beberapa daerah.

Burhanuddin meminta jajarannya tidak salah pilih dalam menerapkan sanksi bagi pelanggar PPKM, ada sanksi ringan hingga berat berupa kurungan badan.

"Dalam hal ini ada berbagai tingkatan sanksi, mulai dari sanksi yang paling ringan berupa teguran, sanksi sosial, sampai dengan sanksi kurungan badan, artinya ada pilihan untuk menjatuhkan jenis dan berat sanksi. Oleh karena itu, jangan sampai Saudara salah pilih dalam menjatuhkan sanksi, bijaksanalah dalam menjatuhkan sanksi, selalu kedepankan nilai kemanfaatan!" kata Burhanuddin, dalam keterangan tertulis yang disampaikan Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Rabu (21/7/2021).

Hal tersebut disampaikan Jaksa Agung ST Burhanuddin saat melakukan kunjungan kerja virtual bersama kepala kantor kejaksaan di daerah lainnya dan jajarannya. Burhanuddin mengatakan ada dua hal yang harus diperhatikan dalam penegakan hukum bagi pelanggar PPKM, yaitu aspek proses penegakan hukum dan aspek penindakan.

Dalam proses penegakan hukum, Burhanuddin meminta jajarannya mengedepankan sisi humanisme, memperlakukan para pelanggar dengan sopan, penuh dengan sikap empati dan melayani dengan baik. Burhanuddin menekankan tujuan utama dilakukannya penegakkan hukum untuk melindungi masyarakat.

Kemudian aspek penindakan, Burhanuddin meminta pemberian sanksi bagi pelanggar PPKM harus memegang prinsip berkeadilan. Ia menuturkan adil dalam hal ini bukan diartikan sama rata dan sama rasa, namun adil di sini haruslah diartikan secara proporsional.

"Oleh karena itu, penerapan sanksi haruslah tegas, artinya diterapkan kepada siapa saja tanpa pandang bulu; terukur artinya penerapan aturan dan sanksi didasarkan pada pertimbangan kemanfaatannya yaitu mampu memberikan efek jera dan memenuhi rasa keadilan; dan edukatif artinya sanksi yang Saudara kenakan mampu menimbulkan kesadaran bagi pelanggar, kedepankan sisi humanis dan selalu gunakan hati nurani!" ujarnya.

Ia mencontohkan ada tingkatan sanksi mulai dari sanksi ringan berupa teguran, sanksi sosial, sanksi kurungan badan. Burhanuddin meminta jajarannya tidak salah pilih memberikan sanksi.

Selain itu, Burhanuddin meminta kepala kejaksaan yang berada di wilayah yang tidak memberlakukan PPKM darurat untuk melakukan langkah-langkah antisipatif, berkoordinasi dengan Forkompimda dan satgas COVID-19 setempat untuk memastikan di wilayahnya tidak terjadi kelangkaan obat dan tabung oksigen. Burhanuddin juga meminta jajarannya berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan penelusuran memastikan tidak ada penimbunan, tidak ada oknum yang mempermainkan harga.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved