Breaking News:

Vaksinasi Covid

Pemkab Sitaro Terima 1.400 Vaksin, Kadis Kesehatan: Fokus Vaksinasi Dosis II

Jumlah vaksin yang diminta mencapai 50.000 dosis untuk keperluan percepatan program vaksinasi di Kabupaten Sitaro.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Program vaksinasi di Sitaro melambat akibat minimnya ketersediaan vaksin. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pasca kekosongan vaksin sejak pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) langsung mengajukan permintaan vaksin ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Tak tanggung-tanggung, jumlah vaksin yang diminta mencapai 50.000 dosis untuk keperluan percepatan program vaksinasi di Kabupaten Sitaro.

Namun demikian, keterbatasan jumlah vaksin yang ada di Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara membuat pemerintah daerah hanya memperoleh 1.400 vaksin yang diterima awal pekan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Sitaro, dr Samuel Raule mengatakan, 1.400 dosisi vaksin yang diterima terdiri dari 40 vial atau 400 dosis vaksin jenis astrazeneca serta 100 vial atau 1.000 dosis jenis biofarma.

Program vaksinasi di Sitaro melambat akibat minimnya ketersediaan vaksin.
Program vaksinasi di Sitaro melambat akibat minimnya ketersediaan vaksin. (tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses)

"Memang persediaan vaksin di pemerintah provinsi sangat terbatas, apalagi mereka harus membagi ke 15 kabupaten kota yang ada. Jadi rata-rata daerah juga mendaptkan vaksin dalam jumlah terbatas," kata Raule, Rabu (21/7/2021).

Meski telah memperoleh kiriman vaksin, namun hal itu belum mampu mengoptimalkan jalannya program vaksinasi di Kabupaten Sitaro.

Karena, sambung Raule, pihaknya akan memprioritaskan stok vaksin yang ada, khususnya jenis biofarma untuk penyuntikan dosis kedua.

"Makanya kami sudah mengajukan permintaan ulang ke pemprov Sulut. Sebab yang ada sekarang hanya difokuskan untuk dosis kedua," ujarnya.

Untuk 400 dosis vaksin astrazeneca, Raule bilang akan diperuntukan bagi sasaran usia 18 tahun ke atas pada penyuntikan dosis pertama.

"Dosis dua astrazeneca nanti September karna interval dosis satu dan dua untuk astrazeneca minimal 12 minggu. Biofarma interval dosis satu dan dua minimal 28 hari, jadi kalau lebih hari tidak masalah karena minimal 28 hari," terangnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved