Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab Rabu 21 Juli 2021, Amsal 4:8-9 : Hikmat Memberi Kehormatan
Kisah ini tentu mengingatkan kita pada apa yang terjadi pada Salomo. Setelah dikukuhkan sebagai raja dan mempersembahkan seribu korban bakaran di Gibe
TRIBUNMANADO.CO.ID - Alkisah; ada 3 orang tua, bertamu dan ingin menginap di sebuah rumah. Sang isteri yang sendirian pun mempersilahkan mereka masuk.
Karena suaminya belum ada, ketiganya enggan masuk. Ketika suaminya pulang dan disampaikan hal itu, maka suami mempersilahkan isterinya mengundang mereka masuk.
Tapi ketiganya menyampaikan bahwa si ibu harus memilih salah satu di antara mereka saja yang masuk, sesuai nama mereka, Kekayaan, Kesuksesan dan Hikmat.
Sempat terjadi diskusi antara keduanya memilih Kekayaan atau Kesuksesan. Isteri suka Kekayaan, suami maunya Kesuksesan.
Akhirnya karena sulit memilih mana yang paling tepat, mereka sepakat mengundang si Hikmat saja yang masuk.
Ketika dipanggil nama si Hikmat, si Kekayaan dan Kesuksesan ternyata ikut juga. Maka bertanyalah si empunya rumah, "kenapa keduanya ikut juga?" Jawab mereka, "kalau si kekayaan yang masuk, kesuksesan dan hikmat tidak bisa ikut. Jika kesuksesan juga yang masuk, kekayaan dan hikmat tidak akan mungkin mengikutinya."
"Tetapi karena kalian memilih hikmat, maka kalian sekaligus akan memiliki kekayaan dan kesusksesan dalam rumahmu."
Kisah ini tentu mengingatkan kita pada apa yang terjadi pada Salomo. Setelah dikukuhkan sebagai raja dan mempersembahkan seribu korban bakaran di Gibeon dan berjanji hidup setia kepada Allah, maka dia disilahkan memilih apa saja untuknya (1 Raj 3:4; 2 Taw 1:6).
Salomo "hanya" memilih hikmat. Tapi, yang dia dapatkan bukan hanya hikmat itu, tapi juga kekayaan, kesuksesan dan kemasyuran. Tidak ada raja seperti dia.
Itulah sebabnya, Salomo dalam berbagai nasihatnya mengharapkan setiap umat Israel, memikih hidup berhikmat.
Junjunglah dan peluklah hikmat. Sebab dengan berhikmat, kita akan memperoleh juga kehormatan dan mahkota yang indah mulia.
Demikian firman Tuhan hari ini. "Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya; engkau akan dijadikan terhormat, apabila engkau memeluknya. Ia akan mengenakan karangan bunga yang indah di kepalamu, mahkota yang indah akan dikaruniakannya kepadamu." (ay 8, 9)
Nasihat Salomo, bersumber dari pengalaman pribadinya. Dia bercermin dari kisah nyata perjalanan hidupnya. Jadi nasihat Salomo, bukan isapan jempol, bukan bualan kosong yang tiada bermakna. Tapi itu pengalaman pribadinya dengan Tuhan.
Bahwa ketika dia memilih hidup berhikmat yang bersumber dari Tuhan, dia menikmati dan mendapatkan segalanya. Ketika dia menjunjung kehormatan, dia ditinggikan Allah. Ketika dia memeluknya, Salomo pun mendapatkan kehormatan.
Hikmat itu telah membawa Salomo menikmati kesejahteraan dan kedamaian bahkan kemahsyuran. Dia mendapatkan mahkota yang indah dalam perjalanan hidupnya.