Breaking News:

Massa Abaikan Permintaan Polisi dan Tetap Berkerumun saat Pemakaman Jenazah

Terlihat ratusan pelayat diadang petugas karena memaksa mendekati lubang pemakaman jenazah.

Penulis: Rul Mantik | Editor: Charles Komaling
ist
Pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 di Minsel 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemakaman jenazah yang disinyalir terpapar Covid-19 di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara, sempat ricuh.

Itu berawal saat ratusan warga yang mengantar jenazah dilarang petugas mendekat di lokasi pemakaman pada Senin (19/7/2021) sore sekira pukul 15.00 Wita.

Dari video siaran langsung yang diunggah akun bernama Frani Melina Tumiwa, terlihat ratusan pelayat diadang petugas karena memaksa mendekati lubang pemakaman jenazah.

"Cukup sampai di sini, tidak boleh mendekat," demikian terdengar suara petugas kepolisian berseragam lengkap.

Upaya polisi menyekat warga dan petugas pemakaman, dilawan. Puluhan perempuan mulai histeris memaksa untuk mendekati petugas yang sementara memakamkam jenazah.

Mereka terus berteriak meminta diizinkan mendekat. Meski dari pengeras suara sudah terdengar suara pendeta memimpin ibadah pemakaman, warga yang dilarang mendekat terus berteriak.

Petugas dari Polres Minahasa Selatan (Minsel) terlihat tenang memhadapi massa. Mereka terus membujuk massa supaya tidak mendekat.

Sementara, petugas pemakaman dari tim relawan Satual Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Minsel, terus menjalankan tugasnya.

Usai ibadah singkat, jenazah langsung dimakamkan.
Usai pemakaman, keributan kembali terjadi. Setelah relawan pemakaman menyelesaikan tugasnya, ratusan warta langsung merangsek ke lokasi pemakaman.

Puluhan petugas kepolisian tak bisa lagi menahan mereka. Sekeliling lubang pemakaman langsung dipenuhi warga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved