Breaking News:

Berita Mitra

Legislator Endus Dugaan Pungli Dinas Perhubungan Mitra

Dinas Perhubungan besutan Desten Katiadagho itu diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) pada retribusi karcis parkir di pasar-pasar.

Penulis: Kharisma Kurama | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Kharisma Kurama
Dinas Perhubungan besutan Desten Katiadagho diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) pada retribusi karcis parkir di pasar-pasar. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Aroma tak sedap menyeruak dari Dinas Perhubungan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Sorotan tajam pun dilancarkan para Wakil Rakyat.

Dinas Perhubungan besutan Desten Katiadagho itu diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) pada retribusi karcis parkir di pasar-pasar.

Itu mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mitra, Senin (19/7/2021).

"Kami melihat ada indikasi pungli. Itu karena mereka melakukan penagihan tidak dengan menggunakan karcis," tegas Artly Kountur, Ketua Komisi I DPRD Mitra.

Dirinya juga menyorot terkait kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dianggap terlalu sedikit.

"Memang untuk PAD sudah lewat target, tapi cuman Rp 11 juta. Padahal, kalau kita hitung, tiap pasar saja bisa bisa berkontribusi sampai Rp 20 juta," ungkapnya.

Menurutnya, ini tidak sebanding dengan pengeluaran di Dinas Perhubungan Kabupaten Mitra yang menghabiskan Rp 60 juta hanya untuk biaya Tenaga Harian Lepas (THL).

"Setiap bulan ada RP 60 jutaan. Tiap tahun ratusan juta habis hanya untuk THL. Padahal, Dinas Perhubungan justru harus memberikan pendapatan untuk Kabupaten Mitra," jelasnya.

Ia juga menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti temuan ini dengan menggelar rapat gabungan komisi dengan sejumlah pihak terkait.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved