Breaking News
Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Doa Bacaan

Bacaan Niat Puasa Sunah Arafah dan Tarwiyah, Amalan Sunah Sebelum Idul Adha

Idealnya memang puasa sunnah di bulan Dzulhijjah atau puasa sunah Dzulhijjah dikerjakan penuh.

Editor: Rizali Posumah
Tribunwow
Ilustrasi puasa. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ManadoHari ini, Minggu (18/7/2021) dalam penanggalan hijriah adalah tanggal 8 bulan Dzulhijjah tahun 1442.

Ini menunjukan bahwa Idul Adha semakin dekat. Karena Hari Raya yang dikenal di Indonesia sebagai Hari Raya Kurban itu jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah atau Selasa 20 Juli 2021. 

Sebelum memasuki Idul Adha, umat Islam disunahkan melakukan amalan puasa. Yakni puasa selama 9 hari menjelang Hari Raya Idul Adha.

Keutamaan berpuasa di bulan Dzulhijjah ini adalah dihapuskannya dosa satu tahun. 

Tak tanggung-tanggung, faedah, fadhilah keutamaan puasa Dzulhijjah ini bahkan disebut bisa menghapuskan dosa satu tahun.

Dalam sebuah hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sahabat Abu Qatadah dikatakan bahwa, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah ditanya tentang keutamaan puasa Arafah di bulan Dzulhijjah dan puasa Asyuro.

Lalu Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menjawab:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa satu hari Arafah (9 Dzulhijjah), saya berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Dan puasa hari ‘Asyura’ (10 Muharram), saya berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162).

Dengan demikian, jelaslah bahwa puasa Dzulhijjah, di mana di dalamnya terdapat puasa Tarwiyah di hari ke 8 bulan Dzulhijjah serta puasa Arafah di hari ke 9 bulan Dzulhijjah punya fadhilah amal yang luar biasa.

Terlebih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan untuk mengerjakan amalan sunnah satu ini.

Keterangan terkait kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan puasa di bulan Dzulhijjah, termasuk puasa Arafah dan puasa Tarwiyah ini didapatkan dalam beberapa hadist.

hadist yang diriwayatkan dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, saat beberapa istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved