Breaking News:

RHK Kamis 15 Juli 2021

BACAAN ALKITAB - 1Tesalonika 5:16-17 - Bersukacita dan Berdoalah

Bersukacita dan berdoa, 2 kata yang gampang diucapkan, tapi sulit dilakukan. 2 kata yang sederhana, tapi jika dipahami

Editor: Aswin_Lumintang
Tribun Manado/Indra Sudrajat
ILSUTRASi Renungan 

1Tesalonika 5:16-17
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bersukacita dan berdoa, 2 kata yang gampang diucapkan, tapi sulit dilakukan. 2 kata yang sederhana, tapi jika dipahami dengan mendalam, sangat sarat makna. Hanya dua kata tapi mengekspresiman kehidupan Kekristenan yang sesungguhnya.

Rasul Paulus menasihati semua jemaat di Tesalonika agar senantiasa hidup dalam sukacita dan harus tetap berdoa. Dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga, mereka harus selalu hidup dalam sukacita dan terus berdoa. Itu adalah identitas kehidupan orang beriman atau orang Kristen.

Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen (Istimewa)

Bersukacita tentu beda dengan bersenang-senang. Demikian juga kehidupan berdoa. Berdoa bukan sekedar doa formal untuk dipertunjukkan dan dipertontonkan kepada orang agar mendapatkan pujian dari orang-orang atau jemaat bahwa kita pintar berdoa. Tapi doa dengan hati dan iman.

Hidup senantiasa dalam sukacita dan tetap dalam doa yang benar dan sungguh kepada Allah, harus menjadi gaya hidup orang Kristen di jemaat Tesalonika. Itulah nasihat Rasul Paulus.
Begitulah pesan firman Tuhan bagi kita sebagai umat Tuhan di hari ini.

  "Bersukacitalah senantiasa.
  Tetaplah berdoa."  (ay 16, 17)_
Bacaan firman Tuhan ini merupakan 2 ayat paling pendek dalam semua bagian firman Tuhan (Alkitab). Namun meski pendek, tapi sangat sarat atau penuh makna. Maknanya sangat sempurna karena berisi tentang inti kehidupan beriman orang Kristen, yakni agar semua orang Kristen hidupnya senantiasa diliputi oleh sukacita penuh, dan selalu hidup dalam doa kepada Tuhan.

2 ayat pendek yang memuat tentang pesan theologis yang sangat dalam bahkan sempurna tentang cara hidup kita dalam keseharian. Bahkan dapat dikatakan menjadi inti pengajaran bagi orang Kristen, baik di zaman jemaat mula-mula maupun kita yang hidup di zaman now. Tetap masih relevan meski sudah ribuan tahun.

Bersukacita berarti hidup dalam ucapan syukur. Apa yang kita syukuri? Itulah kasih karunia dan penyertaan Tuhan yang sempurna yang tiada berkesudahan dalam hidup kita. Kita bukan hanya dipelihara dan menikmati hidup di bumi, tapi dijamin sampai hidup yang kekal.

Juga lebih dari itu, kita bersukacita dan harus bersyukur atas keselamatan yang Tuhan karuniakan dalam hidup kita orang beriman. Tuhan Yesus rela menyerahkan nyawa-Nya, tersiksa dan mati secara hina di kayu salib, demi menebus dosa kita dan menyelamatkan jiwa kita. Pengorbanan-Nya sempurna untuk kita sebagai tanda kasih-Nya yang sempurna untuk kita umat-Nya.

Kita pun selamat dan sejahtera. Karena itu, kita harus senantiasa bersukacita. Hidup dalam sukacita adalah hidup dalam kebenaran firman Allah. Yakni hidup sesuai dengan pengajaran dan teladan Kristus, yang intinya adalah kasih: mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.

Jadi orang yang mengaku hidup sukacita tapi tidak mengasihi Tuhan dan sesama, adalah pendusta. Orang yang mengaku hidup sukacita, mengaku mengasihi Tuhan tapi tidak mengasihi sesama, adalah munafik.
Sedangkan orang yang hidup hanya mengasihi sesama dan tidak mengasihi Tuhan, adalah ateis (orang tidak percaya Tuhan). Pasti bukan orang beriman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved