Breaking News:

Saat Ini Baru Capai 35 Persen, Pemkab Sitaro Genjot Vaksinasi Covid-19

pemerintah daerah menggunakan tiga jenis vaksin, yakni Sinovac, Biofarma dan Astrazeneca.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Charles Komaling
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Program vaksinasi di Sitaro. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO  - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut) terus menggenjot vaksinasi Covid-19 untuk warga masyarakat. Bersamaan itu juga Pemkab Sitaro juga terus memantau poenerapan protokol kesehatan.

Khusus untuk program vaksinasi, tercatat sebanyak 61.174 penduduk di atas usia 18 tahun masuk dalam sasaran, selain 5.615 anak-anak usai 12-17 tahun. Dalam pelaksanaanya, pemerintah daerah telah berhasil melakukan vaksinasi terhadap 21.435 sasaran atau 35,04 persen.

Jumlah tersebut terdiri dari 735 tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga pendukung di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Kabupaten Sitaro, 5.333 pelayan publik, 3.310 kalangan lanjut usia (lansia), 12.057 masyarakat umum serta 45 anak-anak usia 12-17 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro, dr Semuel Raule mengatakan, selama berlangsungnya program vaksinasi, pemerintah daerah menggunakan tiga jenis vaksin, yakni Sinovac, Biofarma dan Astrazeneca.

Di mana untuk vaksin jenis Sinovac telah diterima dari pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 1.500 dosis, Biofarma 12.300 dosis serta Astrazeneca 10.700 dosis.

"Program ini bergulir sejak awal tahun ini dan melibatkan tim vaksinator dari 13 puskesmas dan 2 rumah sakit yang ada di Sitaro," kata Raule, Selasa (13/7/2021).

Namun demikian, Raule menyebut program vaksinasi akan mengalami penghentian sementara waktu dikarenakan stok vaksin di gudang farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro telah habis.

"Terakhir itu dipakai untuk vaksinasi di GMIST Jemaat Ulu sebanyak 200 dosis. Saat ini, stok vaksin di gudang farmasi Dinas Kesehatan sudah habis, dan kami masih menunggu pengiriman selanjutnya," ungkap Raule.

Sebelumnya, Wakil Bupati John Palandung menyatakan pemerintah daerah telah mengajukan permintaan vaksin ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 50.000 dosis.

"Beberapa waktu lalu pak gubernur telah menyampaikan akan mengirimkan vaksin ke 15 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara termasuk Sitaro. Jadi kami berharap prosesnya bisa lebih cepat, supaya pelaksanaan vaksinasi bisa kembali dilaksanakan," lanjutnya.

Terkait mekanisme pendistribusian vaksin yang mengalami perubahan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan melibatkan pihak ketiga, Palandung menyebut hal itu bisa menghambat percepatan pendistribusian vaksin ke setiap daerah.

"Regulasi lama itu lebih baik, dari Kementerian Kesehatan langsung ke gudang obat pemerintah provinsi dan diteruskan ke kabupaten kota itu lebih efektif. Kalau harus melalui pihak ketiga akan terkendala dan memakan waktu cukup lama," ungkap Palandung.

Dia menambahkan, sistem birokrasi penyaluran vaksinasi yang baru itu telah mendapatkan penolakan dari sebagian besar kepala daerah di Indonesia, termasuk Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan sejumlah bupati walikota di Sulawesi Utara.

"Semuanya sudah menyurat ke pemerintah pusat dan menyatakan menolak alur birokrasi penyaluran vaksin ini," kuncinya. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved