Breaking News:

Satgas Covid-19 Sitaro Siapkan Sanksi Bagi Warga yang Masih Berkerumun

Dari pemerintah dan Satgas Covid-19, Palandung bilang akan terus mengoptimalkan 3T atau Testing, Tracing dan Treatment

octavian hermanses
Wakil Bupati John Palandung memantau PPKM Mikro di wilayah Siau 

TRIBUNMANADO.CO.IOD, MANADO - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menggelar monitoring dan pengawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di wilayah Siau belum lama ini.

Rombongan Satgas Penanganan Covid-19 yang dipimpin Wakil Bupati John Palandung itu memutari area Terminal dan Pasar Ulu Siau hingga berkeliling Pulau Siau. Selain mengawasi penerapan PPKM, rombongan Satgas Covid-19 juga memberikan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat terkait pentingnya menjalankan protokol kesehatan, berupa memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas.

"Dalam kondisi seperti saat ini, kami pemerintah daerah bersama Satgas Covid-19 tak henti-hentinya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kewaspadaan di tengah wabah corona," kata Wakil Bupati Kepulauan Sitaro John Palandung.

Dari pemerintah dan Satgas Covid-19, Palandung bilang akan terus mengoptimalkan 3T atau Testing, Tracing dan Treatment untuk memutus mata rantai penyebaran corona yang penularannya saat ini masuk pada kategori transmisi lokal.

"Petugas kami rutin turun ke lapangan untuk melakukan 3T. Semoga langkah pendisiplinan protokol kesehatan dan pelaksanaan 3T bisa memutus penyebaran Covid-19," lanjut Palandung.

Terpisah, Sekretaris Satgas Covid-19 Sitaro, Bob Wuaten mengatakan, sejauh ini pihaknya mendapati masih maraknya kerumunan warga. Tak hanya di tempat-tempat umum, kondisi ini juga kerap terjadi pada acara-acara seperti resepsi pernikahan atau ibadah syukur yang digelar masyarakat.

"Kalau penggunaan masker sudah ada peningkatan kesadaran di masyarakat. Tapi masalah kerumunan warga ini yang masih banyak," ungkap Palandung.

Untuk itu, sambungnya, Satgas Covid-19 yang di dalamnya terdapat unsur TNI dan Polri telah menyiapkan sanksi tegas, bahkan dalam bentuk pidana.

"Satu dua kali kita berikan teguran dan edukasi. Tapi kalau masih terus menerus dilakukan, maka akan diproses hukum," tegas Wuaten.

Ia mencontohkan salah satu perangkat kelurahan di wilayah Kecamatan Siau Timur yang kini sedang menjalani pemeriksaan polisi. Pasalnya, oknum perangkat kelurahan itu dianggap melakukan pembiaran terhadap masuknya pendatang yang tidak mengantongi dokumen perjalanan sebagaimana yang diatur dalam masa pandemi saat ini.

"Memang harus demikian agar supaya ada efek jera. Makanya kita terus melakukan pengawasan di masa PPKM ini," kuncinya. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved