Berita Sulut
Pertarungan Pilkada Sulut 2024 Tanpa Petahana, Ini Kata Pengamat Politik Taufik Tumbelaka
Pengamat Politik Sulut Taufik Tumbelaka mengatakan, Peta kekuatan politik saat ini menunjukan PDI Perjuangan Sulut memiliki posisi lebih baik
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Rhendi Umar
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengamat Politik Sulut Taufik Tumbelaka mengatakan, Peta kekuatan politik saat ini menunjukan PDI Perjuangan Sulut memiliki posisi lebih baik dibandingkan partai politik (parpol) lain.
Menurutnya, Hal ini dikarenakan dalam menghadapi Pemilu Legislatif 2019 dan Pilkada 2020 terlihat jelas PDI Perjuangan mempersiapkannya dengan baik.
"Salah satu yang sangat dipersiapkan adalah Pilkada 2020. Diketahui Pilkada 2020 dilaksanakan serentak pada 9 Propinsi dan 261 kabupaten/kota (untuk Sulut Pilgub dan Pilkada 7 Kabupaten/ Kota) adalah semacam 'batu loncatan' di Pilkada Serentak tahun 2024," beber Tumbelaka kepada Tribunmanado.co.id.
Dikatakan Tumbelaka, menguasai Pilkada Serentak 2020 Sulut adalah bagian dari strategi politik memperbesar probabilita kemenangan.
Dan itu dengan jitu dimainkan oleh PDI Perjuangan Sulut.
Tumbelaka menjelaskan, Untuk parpol lain diluar PDI Perjuangan akan ada peluang memperbesar probabilitas kemenangan jika terjadi 3 hal,
Pertama, berhasil mendapat figur kuat untuk menjadi pilihan menarik bagi publik
Kedua, berhasil memperkuat kesolidan tim dan ketiga, menyiapkan strategi terhadap potensi melemahnya kesolidan internal PDI Perjuangan.
"Karena di tahun 2024 PDI Perjuangan akan berpotensi melemah karena masalah internal," sebutnya.
Lanjut Tumbelaka, di poin 3 menjadi tantangan berat bagi PDI Perjuangan dikarenakan berpotensi muncul ketidak-kompakan di internal.
Hal ini salah satunya mulai masuknya "politisi indekost" dalam rumah besar PDI Perjuangan Sulut yang bisa berakibat membuat tidak nyamannya para kader militan yang telah bertahun-tahun ikut berperan membuat posisi PDI Perjuangan Sulut seperti sekarang ini.
"Oleh karena itu, Potensi ini sangat mungkin menjadi keuntungan parpol lain yang gagal mendapat capaian maksimal dalam Pileg 2019 dan Pilkada 2020," pungkas Tumbelaka. (Mjr)
Tentang Manado
Kota Manado adalah Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, dan merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi
Kota Manado berbatasan dengan Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara.
Kota Manado memiliki 11 kecamatan serta 87 kelurahan dan desa, luas wilayah Kota Manado 157,27 km²
Wilayah perairan Kota Manado meliputi Pulau Bunaken, Pulau Siladen dan Pulau Manado Tua
Saat ini di Kota Manado dipimpin oleh Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang.
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL: