Berita Manado
Karantina Pertanian Manado dan BKSDA Sulut Translokasi 107 Satwa Endemik Papua
Balai Karantina Pertanian Manado dan BKSDA Sulut melaksanakan Trans lokasi 107 satwa endemik asal Papua dan Papua Baratina
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Alpen Martinus
Secara rinci, pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan fisik dan laboratorium
menggunakan pengujian ELISA terhadap Rabies untuk satwa Pelandu Papua serta pengujian PCR dan HA/HI terhadap penyakit Avian Influenza (AI) untuk satwa yang tergolong unggas.
Dalam prosesnya untuk mengembalikan sifat liarnya seperti di habitat aslinya,
para dokter hewan juga telah melakukan observasi selama 14 hari.
Plt Kepala Balai KSDA Sulut, Rima Christi menjelaskan, nantinya satwa-satwa ini akan dilepasliarkan di beberapa kawasan konservasi di Papua dan Papua Barat.
Ia merinci jenis seluruh satwa endemis tersebut, yakni 33 ekor Nuri Kepala Hitam, 2 ekor Kasuari Gelambir Tunggal, Angsa Boiga 3 ekor, Kakaktua Rawa 11 ekor, dan Pelandu Papua 2 ekor.
"Total sebanyak 51 ekor satwa yang dikembalikan ke Jayapura, melalui BKSDA Papua," katanya.
Sedangkan 56 ekor yang terdiri dari Kakaktua Koki 47 ekor, Nuri Kepala Hitam 1 ekor, Nuri Kabare 2 ekor, Julang Papua 4 ekor, dan Membruk Ubiat 2 ekor, dikembalikan ke BKSDA Papua Barat di Sorong.
"Setidaknya terdapat 9 jenis dari 10 jenis satwa yang dipulangkan merupakan jenis satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi," ujar Rima.
Perkuat Kerjasama Perlindungan SDA Hayati
Secara terpisah Bambang, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) sangat mengapresiasi pihak-pihak yang telah melakukan tugasnya dalam melakukan upaya perlindungan sumber daya alam hayati.
Menurutnya, perlindungan keaneka ragaman hayati baik tumbuhan,
hewan dalam hal ini satwa maupun ternak menjadi perhatian utama Badan Karantina Pertanian.
Hal tersebut sesuai dengan amanah UU No. 21 th 2019 tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan.
Untuk itu, Bambang berharap sinergisitas seluruh entitas terkait juga masyarakat dapat terus diperkuat, agar dapat menjaga ekosistem tanah air dan bahkan juga dunia.
"Ini juga pesan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo), Barantan harus jadi garda terdepan dalam melindungi sumber daya alam dan pertanian," ujar Bambang.(ndo)
Like and Subscribe :
Berita lain terkait Satwa Liar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/karantina-pertanian-manado.jpg)