Breaking News:

Berita Manado

Karantina Pertanian Manado - BKSDA Sulut Translokasi 107 Satwa Endemik Papua 

Balai Karantina Pertanian Manado dan BKSDA Sulut melaksanakan Trans lokasi 107 satwa endemik asal Papua dan Papua Baratina, Selasa (13/07/2021).

Editor: Rhendi Umar
Karantina Pertanian Manado
Karantina Pertanian Manado dan BKSDA Sulut mengembalikan ratusan satwa endemik Papua ke habitat asalnya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Balai Karantina Pertanian Manado dan BKSDA Sulut melaksanakan Trans lokasi 107 satwa endemik asal Papua dan Papua Baratina, Selasa (13/07/2021).

Ratusan satwa endemiendemik ini merupakan hasil repatriasi atau pemulangan kembali dari  Filipina oleh pemerintah Indonesia pada tanggal 31 Juli 2020.

"Sudah satu tahun lebih, satwa ini dikarantina di Cagar Tasikoki, Minahasa Utara,  dan kini saatnya untuk dikembalikan ke habitat aslinya," kata Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan Saragih melalui keterangan tertulisnya, Selasa (13/07/2021).

Menurut Donni, selama masa karantina, pejabat dokter hewan karantina di wilayah kerja Bitung telah ditugaskan untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

"Dan ini dilakukan bersama dengan dokter hewan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki, Minahasa Utara, tambahnya.

Menurut Donni, translokasi dilakukan sepenuhnya oleh BKSDA Sulut. Karantina Pertanian Manado memastikan bahwa selama proses rehabilitasi dan habituasi satwa dalam kondisi baik dan sehat.

Winanda, Dokter Hewan PPS Tasikoki mengatakan, sebelum satwa ini dilepasliarkan ke habitatnya kondisi kesehatannya baik secara fisik dan klinis dalam kondisi sehat, sifat dan perilaku alamiahnya sudah kembali.

"Dan lokasi pelepasliaran terjamin ketersedian pakan alami dan keamanan habitatnya," katanya.

Secara rinci, pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan fisik dan laboratorium menggunakan pengujian ELISA terhadap Rabies untuk satwa Pelandu Papua serta pengujian PCR dan HA/HI terhadap penyakit Avian Influenza (AI) untuk satwa yang tergolong unggas.

Dalam prosesnya untuk mengembalikan sifat liarnya seperti di habitat aslinya, para dokter hewan juga telah melakukan observasi selama 14 hari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved