Breaking News:

Berita Sitaro

Stok Vaksin Habis, Pemkab Sitaro Ajukan Permintaan ke Pemprov Sulut

Informasi yang diperoleh menyebut, ketersediaan vaksin di gudang farmasi Dinas Kesehatan Sitaro kini tersisa 100 dosis.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Wakil Bupati Kepulauan Sitaro John Palandung. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dalam menggenjot percepatan program vaksinasi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 bagi 61.174 penduduk usia di atas 18 tahun serta 5.615 anak-anak usia 12-17 tahun terganjal ketersediaan vaksin.

Informasi yang diperoleh menyebut, ketersediaan vaksin di gudang farmasi Dinas Kesehatan Sitaro kini tersisa 100 dosis.

"Hari ini (Sabtu) kami melakukan vaksinasi di Jemaat GMIST Ulu sebanyak 200 dosis, jadi yang tersisa tinggal 100 dosis. Sisanya ini akan diperuntukan untuk dosis kedua nanti. Makanya stoknya sudah habis," kata Wakil Bupati Kepulauan Sitaro John Palandung usai memimpin jalannya pengawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di wilayah Kota Ulu, Sabtu (10/7/2021).

Atas kekosongan ketersediaan vaksin ini, Palandung menyebut pemerintah daerah telah mengajukan permintaan ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 50.000 dosis.

"Beberapa waktu lalu pak gubernur telah menyampaikan akan mengirimkan vaksin ke 15 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara termasuk Sitaro. Jadi kami berharap prosesnya bisa lebih cepat, supaya pelaksanaan vaksinasi bisa kembali dilaksanakan," lanjutnya.

Terkait mekanisme pendistribusian vaksin yang mengalami perubahan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan melibatkan pihak ketiga, Palandung menyebut hal itu bisa menghambat percepatan pendistribusian vaksin ke setiap daerah.

"Regulasi lama itu lebih baik, dari Kementerian Kesehatan langsung ke gudang obat pemerintah provinsi dan diteruskan ke kabupaten kota itu lebih efektif. Kalau harus melalui pihak ketiga akan terkendala dan memakan waktu cukup lama," ungkap Palandung.

Dia menambahkan, sistem birokrasi penyaluran vaksinasi yang baru itu telah mendapatkan penolakan dari sebagian besar kepala daerah di Indonesia, termasuk Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan sejumlah bupati walikota di Sulawesi Utara.

"Semuanya sudah menyurat ke pemerintah pusat dan menyatakan menolak alur birokrasi penyaluran vaksin ini," tambahnya.

Data terbaru yang diperoleh wartawan terkait progres program vaksinasi mencatat, jumlah sasaran yang telah divaksin di Kabupaten Sitaro mencapai 21.435 orang dari total sasaran usia 18 tahun ke atas sebanyak 61.174 serta anak usia 12-17 tahun 5.615 atau sekira 35,04 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved