Breaking News
Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Copa America 2021

Jadwal dan Live Streaming Final Copa America 2021, Argentina vs Brasil, Tonton di Link Berikut

Pertandingan Brasil vs Argentina dijadwalkan berlangsung di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Minggu (11/7/2021) pagi WIB.

Tayang:
(AFP/JUAN BARRETO)
Trofi Copa America dan bola resmi terlihat selama pengundian turnamen sepak bola Copa America 2020, Jadwal dan Live Streaming Final Copa America 2021, Argentina vs Brasil, Tonton di Link Berikut 

Kunci Brasil adalah keseimbangan dan kemampuan menyerang dan mendominasi bola, alasan ini yang membuat Everton dan Vinicius Junior tidak serta merta mendapatkan tempat di tim utama.

Berbeda dengan Brasil, Argentina datang ke final dengan permainan yang jauh lebih defensif.

Lionel Scaloni, pelatih muda berusia 43 tahun, menjadikan Argentina sebagai tim yang sangat defensif.

Namun, Argentina sejauh ini menikmati rekor 19 laga tak terkalahkan, mengalahkan rekor Bielsa dengan 18 laga tak terkalahkan pada 2000 hingga 2002.

Kemiripan Tite dan Scaloni, adalah Argentina juga membangun tim di sekitar sang mega bintang, Lionel Messi.

Messi diberikan kebebasan untuk bermain di halfspace yang menajdi favoritnya, sekaligus memberikan ruang bagi Messi berkreasi di sepertiga akhir permainan.

Daftar Lengkap Formasi CPNS Kementerian Pertanian 2021, Dibuka untuk Lulusan D3 hingga S1

Pemain <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/argentina' title='Argentina'>Argentina</a> <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/lionel-messi' title='Lionel Messi'>Lionel Messi</a> merayakan dengan rekan satu timnya setelah mencetak gol ke gawang Ekuador selama pertandingan perempat <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/final' title='final'>final</a> turnamen sepak bola Copa America Conmebol 2021 di Stadion Olimpiade di Goiania, <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/brasil' title='Brasil'>Brasil</a>, pada 3 Juli 2021.

Bermainnya Messi di halfspace membuat duo gelandang Argentina, Guido Rodriguez dan Leandro Paredes harus bekerja keras menjaga pertahanan, itulah alasan keduanya jarang terlibat ketika menyerang.

Skema 4-2-3-1 yang digunakan Scaloni, membuat Argentina lebih banyak mendapatkan situasi satu lawan satu, dan ini sangat mengutungkan bagi Argentina.

Adanya Lionel Messi beserta kemampuannya dalam mengolah bola menjadikannya sulit dikalahkan, lagipula siapa yang bisa menang dan mengawal Messi dalam situasi satu lawan satu?

Tetapi, hal tersebut mendapatkan kritik dari Oriundi Italia, Mauro Carmonaresi.

"Saya merasa tim terlalu banyak berimprovisasi di lapangan,” kata mantan pemain internasional Italia kelahiran Argentina ini.

Ia memuji Scaloni atas taktiknya di lapangan, tetapi tetap prihatin dengan kurangnya identitas sejati Argentina.

“Saya melihat banyak pemain berjalan di lapangan melawan Bolivia,” katanya.

“Mereka akan sangat menderita jika harus menghadapi Brasil.” ujar mantan pemain Juventus ini.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved