Breaking News:

Berita Nasional

Aturan Baru Mulai 12 Juli 2021, Batas Maksimal Penarikan Uang Tunai di ATM

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk melakukan penyesuaian sementara terhadap batas maksimal penarikan uang tunai di mesin anjungan tunai mandiri

Editor: Gryfid Talumedun
Net
Ilustrasi, Aturan Baru Mulai 12 Juli 2021, Batas Maksimal Penarikan Uang Tunai di ATM 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bank sentral akan menaikkan batas maksimal penarikan uang tunai di mesin ATM

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk melakukan penyesuaian sementara terhadap batas maksimal penarikan uang tunai di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dengan teknologi chip.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, penyesuaian yang diambil untuk mendukung penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akan mulai dilakukan mulai 12 Juli hingga 30 September 2021.

Ramalan Zodiak Besok Minggu 11 Juli 2021, Libra Sukses Dukungan Orangtua, Scorpio Introspeksi Diri

Mulai Hari Ini, Pemegang Kartu <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/atm' title='ATM'>ATM</a> Mandiri Non Chip Dan Pengguna <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/atm' title='ATM'>ATM</a> Link  Siap-siap Kecewa

Aturan baru mengenai batas maksimal tarik tunai di mesin ATM ini berlaku sejak tanggal 12 Juli 2021 sampai dengan 30 September 2021.

“Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung kebijakan Pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat guna menekan laju Covid-19,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resminya, dikutip pada Sabtu (10/7/2021).

Terdapat sejumlah alasan sebagai latar belakang adanya kebijakan penyesuaian sementara batas paling banyak nilai nominal dana untuk penarikan tunai melalui mesin ATM.

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap Karena Narkoba, Kerabat Bagikan Kondisi Anak-Anak

BI menjelaskan, batasan baru ini merupakan dukungan implementasi PPKM Darurat di wilayah Jawa dan Bali, serta mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 baik secara nasional maupun industri sistem pembayaran.

Selain itu, alasan lainnya adalah untuk antisipasi terhadap pengurangan kegiatan operasional yang bersifat tatap muka seperti penutupan kantor cabang, pengurangan jumlah pegawai yang melaksanakan work from office (WFO), dan pengurangan jam operasional perbankan.

“Kapasitas layanan tarik tunai menurun, seiring dengan pemberlakuan PPKM darurat yang mempengaruhi akses ke tempat tempat publik termasuk akses terhadap kantor cabang perbankan dan mesin ATM,” demikian bunyi penjelasan BI.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved