Breaking News:

Berita Politik

Kata Pengamat Terkait Konstelasi Pilgub Sulut 2024, Tumbelaka: Bukan Tidak Mungkin Terjadi Barter

Konstelasi Politik jelang Pemilihan Gubernur di Sulut kian panas, para Parpol saat ini tengah diam diam menyusun

Penulis: Majer Lumantow | Editor: Chintya Rantung
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Taufik Tumbelaka 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Konstelasi Politik jelang Pemilihan Gubernur di Sulut kian panas, para Parpol saat ini tengah diam diam menyusun strategi mengambil alih kursi Gubernur dari petahana PDIP yang saat ini masih berjaya di Sulut.

Diskusi yang terjadi saat ini dikalangan masyarakat Sulut kian hangat membahas siapa pengganti orang nomor satu Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Menanggapi hal ini, Pengamat Politik Sulut Taufik Tumbelaka mengatakan hal ini menarik untik dicermati, sebab jika dilihat dari Kekuatan politik PDI Perjuangan di Sulut pasca Pemilu Legislatif tahun 2019 dan Pemilu kepala daerah tahun 2020 lalu sangat bagus, dapat dikatakan mendominasi peta politik Sulut.

"Nantinya untuk hajatan Pemilu tahun 2024 jika tidak ada perubahan jadwal, maka secara logika kekuatan politik PDI Perjuangan di Sulut akan bertambah kuat dikarenakan terjadi penempatan sejumlah Pejabat Eselon II Pemerintah Propinsi Sulut sebagai Penjabat Bupati / Walikota atau Kepala Daerah sementara," terang Tumbelaka mengamati peluang PDIP Sulut di Pilgub 2024.

Hal ini, kata dia, dikarenakan saat ini posisi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut masih dipegang kader PDI Perjuangan, otomatis dapat mengambil keuntungan politik.

"Hanya tantangan kedepan bagi PDI Perjuangan adalah situasi internal jelang hajatan politik tahun 2024," ujar Tumbelaka.

Jika kita lihat, saat ini dilapis ke 2 setelah Sang Patron, Olly Dondokambey (OD), ada banyak kader potensial seperti Steven Kandouw, James Sumendap, Andrei Angouw, Joune Ganda, Andi Silangen dll.

"Nah, Lapis ke 2 ini nanti akan menghadapi situasi persaingan politik dikarenakan tidak akan lanjut periode. Oleh karenanya berpeluang terjadi persaingan antar faksi yang bermuara menurunkan kesolidan mesin parpol," sebut Tumbelaka.

Apalagi biasanya PDI Perjuangan tidak terburu-buru dalam menentukan calon kandidat, hal ini otomatis akan menjadi tanda tanya siapa yang akan dijagokan PDI Perjuangan dalam Pemilu Kada tahun 2024 baik sebagai calon Gubernur atau calon Wakil Gubernur.

"Menentukan siapa figur yang tepat akan tidak mudah karena lapis ke 2 setelah OD relatif memiliki kekuatan politik yang sama," tuturnya

Disisi lain, Tumbelaka mengatakan, situasi dan kondisi PDI Perjuangan dalam menghadapi hajatan Pemilu tahun 2024 akan dicermati dengan serius oleh lawan politik, seperti Nasdem dan Partai Golkar (PG).

"Nasdem bisa saja maju sendiri dengan figur E2L, GSVL, Max J Lomban, Velly Runtuwene dan lalinnya. Nasdem punya sejumlah "stock" kader yang punya nilai jual," kata dia.

Namun bisa saja nantinya Nasdem membangun koalisi dengan PG yang dikomandani CEP untuk menantang PDIP di Pilgub Sulut 2024.

"Jika ini terjadi maka pertarungan politik tahun 2024 akan menjadi semakin menarik. Bukan tidak mungkin terjadi 'barter' dukungan sampai ke 15 kabupaten / Kota guna mendapatkan titik kompromi politik," pungkas Tumbelaka. (Mjr)

Baca juga: INFO Terbaru PPKM, Pos Penyekatan di Jawa-Bali Bertambah, Ini Penjelasan Kepolisian

Baca juga: DAFTAR Daerah Zona Merah Covid 19 di Indonesia, Wilayah di Luar Jawa-Bali

Baca juga: Kegiatan Presiden Joko Widodo Tadi Malam, Cek Tempat untuk Isolasi Pasien Covid

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved