Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manfaat Daun

Sering Dikonsumsi Warga Manado, Ini Manfaat Daun Mint Menurut Guru Besar FMIPA Unsrat

Di Sulawesi Utara dari Minahasa, Bolaang Mongondow Raya (BMR) hingga ke kepulauan daun mint bisa tumbuh.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
Tribunmanado.co.id/Andreas Ruauw
Tanaman mint yang dijualnya di Pasar Bersehati Manado, Sulawesi Utara, Rabu (30/6/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Daun mint merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Tanaman yang bernama latin mentha piperita L ini bisa tumbuh di mana saja.

Di Sulawesi Utara dari Minahasa, Bolaang Mongondow Raya (BMR) hingga ke kepulauan daun mint bisa tumbuh.

Dalam bahasa Manado, daun mint disebut daun 'solasi'.

Menurut Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Prof Herni Simbala, daun mint memiliki banyak kandungan gizi.

Dalam 100 gram daun mint terdapat beberapa kandungan gizi seperti: 3,8 gram protein, lemak, natrium, karbohidrat, serat, zat besi, kalium, vitamin A, vitamin B3, vitamin C

"Daun mint sendiri sudah banyak dipakai orang Indonesia sebagai obat tradisional seperti bau mulut, pasta gigi, sakit kepala, flu, dan mengurangi kram perut ketika haid," terang Prof Herni, Senin (5/7/2021).

Selain itu daun mint juga berfungsi sebagai anti bakteri Escherichia Coli (E. coli), Salmonella dan tentu sebagai anti oksidan.

Bagi masyarakat Sulut, daun mint juga banyak digunakan sebagai bumbu masakan.

"Kalau di Sulut biasa kita pakai sebagai bumbu masakan perkedel jagung dan perkedel nike. Aroma masakan pun jadi lebih mengundang selera," tutur Prof Herni.

Selain digunakan sebagai bumbu masakan, daun mint juga bisa digunakan untuk membuat minuman herbal.

"Bisa juga sebagai campuran minuman teh," tambah prof Herni.

Ketika sedang flu, daun mint juga berguna sebagai salah satu pengobatan alternatif.

"Masukkan tiga pucuk daun mint ke dalam air hangat, lalu kita hirup uapnya. Setelah itu pernapasan akan menjadi lebih lega," pungkas Prof Herni.

Efek Samping

Segala sesuatu yang dikonsumsi berlebihan tentunya bisa memberi efek samping bagi tubuh, termasuk daun mint.

"Meskipun terhitung aman, sebaiknya mengkonsumsi daun mint jangan berlebihan. Kalau mengikuti resep nenek moyang, sebaiknya kita mengkonsumsi dalam jumlah ganjil," terang Prof Herni.

Jumlah yang baik mengkonsumsi daun mint menurut Prof Herni adalah satu, tiga, lima, atau maksimal tujuh pucuk yang bisa dicampur ke dalam minuman hangat seperti teh.

Keunikan Daun Mint

Daun mint memiliki bau khas menyegarkan ketika kita dekati. Bau tersebut bisa semakin tercium ketika dicampurkan dengan air panas.

"Kalau dengan air panas aromanya bisa lebih keluar lagi karena daun mint mengandung zat-zat kimia tertentu yang bermanfaat sebagai terapi aromatik," jelas Prof Herni.

Hal tersebut membuat daun mint bisa digunakan sebagai diffuser.

"Ketika kita meletakkan daun mint di dalam diffuser yang dinyalakan, aroma di ruangan akan menjadi lebih dingin dan khas," tutup Prof Herni. (*)

Natasha Wilona Klarifikasi soal Artis Berinisial N, Sebut Ada Oknum Sengaja Giring Opini

Laksanakan Program Vaksinasi Massal ke Anak-anak, Lanal Melonguane Kerahkan Beberapa Personel

Ingat Feby Febiola? Aura Cantiknya Kini Bikin Tercengang, Sempat Divonis Idap Kanker Ovarium

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved