Lawan Covid19
Dalam 24 Jam Sebanyak 63 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Wilayah Ini, Stok Oksigen Sangat Menipis
Diketahui kasus Covid-19 di Indonesia tengah melonjak naik hingga pasien dalam sehari hingga puluhan ribu.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia kembali menjadi perhatian publik.
Diketahui kasus Covid-19 di Indonesia tengah melonjak naik hingga pasien dalam sehari mencapai puluhan ribu.
Terkait hal tersebut salah satu rumah sakit di Yogyakarta dalam sehari 63 pesien meninggal dunia.
Baca juga: PLN Siap Jalankan Keputusan Pemerintah Berikan Stimulus Listrik Periode Juli-September 2021
Baca juga: Doa Bepergian, Bacaan Lengkap Arab, Latin dan Terjemahan Indonesia
Baca juga: Rindu Kehadiran Buah Hati? Amalkan Doa Nabi Ibrahim dan Zakaria Ini
Foto : Sejumlah ambulans diparkir berderet di kawasan Pogung Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (17/6/2021). Ambulans yang mayoritas baru saja digunakan untuk mengantar pasien ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito itu diparkir di lokasi tersebut karena area parkir di rumah sakit itu penuh seiring melonjaknya kasus Covid-19 di DIY. (KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO)
Mengerikan, sebanyak 63 pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito, Yogyakarta, meninggal dalam sehari semalam (24 jam).
Diduga keterlambatan pasokan oksigen turut menyebabkan meninggalnya pasien dengan jumlah yang belum pernah terjadi dalam sejarah rumah sakit ini.
Informasi yang dilansir kompas.id, pasien yang meninggal di RSUP Dr Sardjito pada Sabtu (3/6/2021) hingga Minggu (4/6) dini hari terdiri dari 9 orang di ruang intensif, 30 di bangsal rawat inap, dan 12 di instalasi gawat darurat.
Mereka merupakan pasien Covid-19 yang rata-rata mengalami pemburukan dan butuh pasokan oksigen.
Namun, RSUP Dr Sardjito kekurangan oksigen sejak Sabtu sore.
”Situasinya mengerikan.... saya tidak pernah mengalami ini selama bekerja di Sardjito. Pasien terus berdatangan, sementara oksigen habis.
Presiden harus melihat kenyataan ini. Sekarang kita sudah kolaps,” kata seorang dokter, yang minta namanya tidak disebutkan.
Kepala Bagian Hukum, Organisasi, dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan membenarkan adanya 63 pasien yang meninggal di rumah sakit itu.
Namun, Banu mengaku belum bisa memastikan berapa pasien yang meninggal karena kondisi klinis dan berapa pasien yang meninggal karena pasokan oksigen yang habis.
”Sebanyak 63 orang itu data dari Sabtu siang sampai tadi pagi (Minggu).