Berita Tomohon
12 Warga Tomohon Terkonfirmasi Positif Covid-19 Usai Hadiri Pesta
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tomohon Olga Karinda memberikan penjelasan terkait informasi hebohnya jumlah positif di Tomohon usai hadir di pesta
Penulis: Hesly Marentek | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Terkait kabar di media sosial facebook dan whatsapp terkait melonjaknya jumlah orang yang positif covid-19 usai menghadiri pesta perkawinan di salah satu Kelurahan di Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon, mendapat respon dari Dinas Kesehatan Kota Tomohon.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tomohon Olga Karinda memberikan penjelasan terkait informasi yang heboh belakangan ini.
"Acara tersebut memang benar ada. Ini sudah dibahas bersama gugus tugas," katanya, Minggu (4/7/2021).
Meski begitu, Olga mengungkapkan pihaknya langsung melakukan tracking terhadap seluruh kontak erat resiko tinggi (KERT).
Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 Semakin Tinggi, Pengamat:Mungkin Varian Delta Sudah Terlanjur Masuk di Sulu
Selanjutnya dilakukan swab test dan didapati ada 12 yang terkonfirmasi positif Covid-19.
"Karena KERT sehingga diswab. Nah hasilnya yang terkonfirmasi positif yaitu 12 orang," ungkapnya seraya membantah kabar yang menyebutkan ada 24 orang.
"Kalau yang disebutkan 24 orang yang positif itu tak benar. Mungkin 24 itu total data keseluruhan wilayah kerja puskesmas Taratara," tambahnya.
Adapun terkait kabar dilakukan Lockdown di Puskesmas Taratara turut dibantah.
Menurut Olga, Puskesmas Taratara tetap beroperasi seperti biasa.
"Berhubung akhir pekan, dilakukan swab pada Jumat sore. Sengaja dilakukan akhir pekan, sambil menunggu hasil, jadi Sabtu Minggu tak ada pelayanan," terang Olga seraya tak menampik ada 1 petugas diketahui positif.
"Memang ada 1 positif, itu pun OTG. Tapi langsung ditracking siapa saja KERT nya. Namun sudah bisa kembali beroperasi," tukasnya.(hem)
Baca juga: Dalam 24 Jam Sebanyak 63 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Wilayah Ini, Stok Oksigen Sangat Menipis
Lonjakan Kasus Covid-19 Semakin Tinggi, Pengamat: Varian Delta Sudah Terlanjur Masuk di Sulut
Terkait semakin tingginya angka kasus covid-19 di Sulut, Pengamat Epidemiologi Jonesius Manoppo menyebut hal ini bisa disebabkan sudah masuknya varian baru covid-19 yaitu varian Delta di Sulut.
"Kalau melihat dari tanda pertambahan yang drastis, kemudian adanya pelaku perjalanan dari luar Sulut yang terkonfirmasi positif bisa dicurigai bahwa ini merupakan ulah dari varian baru, namun untuk memastikannya kita tetap menunggu hasil pemeriksaan labiratorium yang sahih dan menyimpulkan," beber Manoppo kepada Tribun Manado.