Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sekilas Cerita

Cerita Sopir Ambulans Pengantar Jenazah Pasien Covid-19, Hendri: 'Takut tapi Ini Demi Bantu Orang'

Kisah perjuangan Hendri Saputra (35), seorang sopir ambulans yang harus berjibaku dengan pasien Covid-19 di tengah Pandemi.

Tayang:
Editor: Frandi Piring
Kompas.com
Cerita perjuangan Hendri Saputra (35), seorang sopir ambulans yang harus berjibaku dengan pasien Covid-19 di tengah Pandemi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Cerita perjuangan Hendri Saputra (35), seorang sopir ambulans yang harus berjibaku dengan pasien Covid 19 di tengah Pandemi yang melanda tanah air hingga saat ini.

Pada satu kesempatan, Hendri Saputra menceritakan pengalamannya saat mengantar jenazah pasien Covid 19 untuk dimakamkan.

Perasaan was-was dan takut membayangi pikiran Hendri setiap harinya sejak Pandemi masuk ke Indonesia.

Meski begitu, Hendri Saputra tetap membelakangkan hal tersebut demi niat membantu sesama.

Sudah lima tahun lamanya, Hendri Saputra memutuskan untuk menjadi seorang sopir ambulans yang bertugas di Palembang, Sumatera Selatan.

Selama itu, Hendri pun telah terbiasa membawa orang sakit atau pun pasien yang meningal.

Hingga saat pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020, situasi yang dialami Hendri menjadi berubah.

Saat itu, ia jadi kerap mengantarkan jenazah pasien Covid-19

Namun, pasien yang meninggal akibat terpapar Covid-19 sempat membeludak pada November 2020 lalu. 

Hendri bersama rekan-rekannya pun harus bertugas mengantarkan jenazah hingga tengah malam ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gandus.

Ada pun lokasi itu dijadikan oleh pemerintah setempat khusus untuk makam pasien Covid-19.

Hendri setidaknya harus bolak-balik sebanyak empat kali dalam sehari,

mengantar jenazah orang yang terpapar Covid-19 untuk dimakamkan di tempat pemakaman tersebut.

Ia bercerita, sewaktu bertugas mengangkat jenazah seorang pasien Covid-19, hazmatnya sempat robek dan masker yang ia gunakan terlepas dari wajahnya.

Hendri pun begitu sempat cemas setelah kejadian itu karena takut tertular virus yang berawal dari Wuhan tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved