Apa Itu
Apa itu CT Value? Angka dalam Tes Swab PCR, CT 10 Berarti Memiliki Kandungan Miliaran Virus
Seperti yang diketahui ada beberapa hal yang tak dimengerti masyarakat saat tes swab. Salah satunya CT Value saat tes swab PCR.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui ada beberapa hal yang tak dimengerti masyarakat saat tes swab.
Salah satunya CT Value saat tes swab PCR.
Apa sih yang dimaksud dengan CT Value?
Baca juga: Dianiaya Suami hingga Meninggal Dunia, Ibu Ini Sempat Berpesan ke Putrinya saat Kondisi Sekarat
Baca juga: Saya Tidak Kuat Lagi Anakku Kata Terakhir Hafiah kepada Anaknya, Meninggal Dianiaya Suami
Baca juga: Gempa di Darat Sabtu 26 Juni 2021, Berikut ini Info BMKG Titik Lokasi dan Kekuatan Magnitudonya
Foto : ILUSTRASI tes swab Covid-19. (thejournalofmhealth.com)
Apa itu CT Value? Berikut interpretasi angka CT Value dalam tes swab Polymerase Chain Reaction atau PCR.
Istilah CT Value sering digunakan terutama pada saat pandemi covid-19.
Dilansir oleh Kompas.com, di Indonesia tepatnya di Kalimantan Barat,
telah ditemukan pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang memiliki CT value atau nilai CT 10.
Artinya pasien tersebut memiliki kandungan miliaran virus.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Kamis (17/6/2021).
“Yang paling mengkhawatirkan, ini tidak untuk menakuti, ini berdasarkan fakta dan data.
Sekarang ini sudah ditemukan pasien dengan CT 10, artinya kandungan virusnya ratusan juta, bahkan miliaran,” ujarnya.
Ia menerangkan, pasien dengan CT 10 telah ditemukan dalam tiga kasus.
Ini diketahui berdasarkan hasil uji laboratorium.
Apa Itu CT value?
Istilah CT dalam tes covid-19 adalah singkatan dari Cycle Threshold.
CT Value atau nilai CT adalah banyaknya cycle saat grafik fluorescens menembus garis threshold.
CT Value didapat dari tes swab Polymerase Chain Reaction atau PCR.
Artinya, semakin tinggi kadar virusnya, maka semakin cepat menembus threshold.
Sehingga nilai CT-nya lebih kecil dibandingkan dengan spesimen dengan kadar virus lebih rendah.
Dengan kata lain semakin tinggi angka CT, maka semakin rendah kemungkinan menularkan virus kepada orang lain dan sebaliknya.
Dalam edaran Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) disebutkan,
hasil pemeriksaan real time PCR dinyatakan positif bila terdapat akumulasi sinyal fluoresens.
CT value merupakan jumlah siklus yang diperlukan hingga sinyal fluoresens melampaui atau melewati ambang (threshold).
Pada umumnya, batas ambang nilai CT adalah 40, dengan interpretasi sebagai berikut:
Foto : Seorang pengguna jalan tol menjalani random tes swab PCR di rest area tol Semarang-Solo, beberapa waktu lalu. (TRIBUNBANYUMAS/Istimewa)
Nilai CT
Nilai CT 29 – 37: positif, yakni ada target asam nukleat dalam jumlah sedang.
Nilai CT 38 – 40: positif lemah, yakni target asam nukleat dalam jumlah sedikit,
dan ada kemungkinan kontaminasi yang berasal dari lingkungan.
Namun demikian, menurut pernyataan PAMKI, beberapa kit reagen mencantumkan threshold yang berlainan,
misalnya 41, 35, atau 38. Itu sebabnya, interpretasi hasil PCR harus disesuaikan kembali.
Selain nilai CT pada tes PCR, komorbid juga menjadi kata yang kerap muncul di masa pandemi Covid-19.
Dilansir Kontan Health dari laman resmi Britannica, komorbiditas atau komorbid adalah penyakit
atau kondisi yang muncul bersamaan pada individu.
Sederhananya komorbid adalah penyakit penyerta.
Istilah komorbid pertama kali dipakai pada tahun 1970-an oleh dokter dan ahli epidemiologi terkenal A. R. Feinsteins.
Feinsteins mengunakan istilah itu untuk merujuk pada orang-orang yang mengalami demam rematik dan berbagai penyakit lain.
Komorbid kadang-kadang dianggap sebagai diagnosis sekunder dan telah dikenali selama
atau setelah pengobatan untuk diagnosis utama.
Meskipun kadang-kadang ditemukan setelah diagnosis utama,
komorbiditas sering muncul atau berkembang selama beberapa waktu.
Contoh komorbid termasuk diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan kejiwaan, atau penyalahgunaan zat tertentu.
Komorbiditas cenderung meningkatan risiko kesehatan seseorang ketika terinfeksi penyakit tertentu sehingga menghambat penyembuhan.
Komorbid juga bisa menjadi lebih parah atau lebih ringan.
Misalnya, gagal jantung kongestif sebagai komorbiditas pada pasien rehabilitasi bisa ringan
dan tidak mengganggu perawatan atau tingkat aktivitas pasien.
Namun, bisa juga menjadi parah, membuat pasien lemah dan tidak mampu melakukan hampir semua aktivitasnya.
Selain itu, perawatan rehabilitasi menjadi rumit, dan biaya perawatan meningkat.
(tribunjateng/non)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Apa Itu CT Value? Ini Interpretasi Angka CT dalam Tes Swab PCR, https://jateng.tribunnews.com/2021/06/26/apa-itu-ct-value-ini-interpretasi-angka-ct-dalam-tes-swab-pcr?page=all.