Profil Tokoh Daerah
Sosok Teddy Kumaat, Pencetus Nama Jembatan Soekarno di Sulut, Selalu Kerja Keras untuk Masyarakat
Mantan Wakil Wali Kota Manado Teddy Kumaat adalah pencetus naman Jembatan Soekarno di Sulawesi Utara
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
"Hadirnya jembatan itu sangat mendesak, persoalannya kita tak punya cukup uang," kata dia. Keduanya lalu berembuk, mencari solusi.
Sebuah ide muncul di benak Wempie, sewaktu Kumaat menyebut Jembatan Megawati yang juga berada di pusat kota.
"Mengapa kita tidak namakan saja Jembatan Soekarno, kan bisa bersanding dengan Jembatan Megawati," kata dia.
Ide itu disetujui Kumaat, yang menganggap nama Soekarno akan mengundang respon Presiden Megawati.
Nyiur Melambai pun berganti Soekarno.
Suatu hari, suami Megawati almarhum Taufik Kiemas menggelar acara.
Kumaaat yang waktu itu merupakan kader PDIP mengajak Wempie ke acara itu.
Disana mereka bertemu Taufik untuk menyampaikan ide tentang Jembatan Soekarno.
Disana mereka bertemu Taufik untuk menyampaikan ide tentang Jembatan Soekarno.
"Di luar dugaan, Taufik langsung setuju, bahkan memangggil Menteri Pekerjaan Umum," ujarnya.
Dalam pertemuan selanjutnya dengan Menteri Pekerjaan Umum saat itu, keduanya bisa meyakinkan jika jembatan itu pantas jadi proyek nasional.
Proyek itu pun berjalan lancar. Bahkan, setahun setelah itu, Megawati berkenan mengadakan peletakan pertama Jembatan itu.
Peletakan pertama berlangsung di samping sebuah gedung tua. Ia ingat kata - kata Megawati kala itu.
"Tolong Pak Wali jangan hancurkan gedung ini," katanya.
Wempie menuturkan, hampir tak ada penolakan warga terkait pembangunan jembatan itu.