Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Covid Varian Delta

Soal Covid Varian Delta, Seberapa Menularkah Virus Varian Ini, Berikut Gejala hingga Risikonya

Saat ini Indonesia kembali menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Hal ini dikarenakan kembali melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia.

Editor: Glendi Manengal
(Shutterstock/angellodeco)
Ilustrasi varian virus corona Delta. Varian ini pertama kali diidentifikasi di India, sebelumnya dinamai B.1.617.2. Virus corona varian Delta 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat ini Indonesia kembali menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

Hal ini dikarenakan kembali melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia.

Diketahui virus corona Varian Delta menyebar dengan cepat.

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Rabu 23 Juni 2021, Gemini Diselimuti Konflik, Aquarius Sibuk Mengurus Uang

Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 23.15 Wita, Seorang Remaja Tewas, Motor Korban Tabrak Tiang Listrik yang Roboh

Baca juga: Pecah Rekor Sehari, Manado Tembus 4000 Orang Divaksin

Varian virus corona Delta terus menyebar dengan cepat ke berbagai belahan dunia.

Dilansir dari Medical News Today, varian delta SARS-CoV-2 — secara ilmiah dikenal sebagai garis keturunan B.1.617.2 — pertama kali diidentifikasi oleh para ilmuwan pada Desember 2020 di India.

Pada April 2021, varian Delta menjadi jenis virus corona yang paling banyak menyebar dan menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19 di India.

Menurut sumber tepercaya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejak itu varian ini telah dilaporkan di 80 negara.

Karenanya, varian Delta pun sudah dimasukkan WHO dalam daftar variant of concern atau paling mengkhawatirkan di dunia, bersama 3 varian lain yakni varian Alpha (sebelumnya disebut varian B.1.1.7), varian Beta (sebelumnya disebut varian B.1.351), dan varian Gamma (sebelumnya varian P.1).

Baru-baru ini, ada kekhawatiran – terutama di Inggris dan Amerika Serikat – bahwa varian Delta dapat menimbulkan gelombang Covid-19 lain yang bisa menghambat upaya nasional dan internasional untuk mengurangi penularan pandemi.

Penyebaran varian Delta, termasuk di Indonesia
Menurut laporan terbaru dari Public Health England (PHE), varian Delta mungkin telah menjadi varian dominan di Inggris.

"Dengan 74 persen kasus infeksi SARS-CoV-2 dan 96 persen kasus sekuensing dan genotipe yang disebabkan oleh varian Delta ini," tulis laporan PHE.

Di AS, data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyebutkan proporsi kasus Covid-19 baru yang dikaitkan dengan varian Delta sebesar 2,7 persen.

Ini adalah data pengawasan genomik selama 2 minggu, terhitung 8-22 Mei 2021.

Baru-baru ini, mantan komisaris Food and Drug Administration (FDA) Dr. Scott Gottlieb mencatat bahwa sekitar 10 persen kasus baru Covid-19 disebabkan oleh varian Delta.

Dr. Anthony S. Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, telah memperingatkan bahwa negara mana pun yang memiliki varian Delta harus khawatir bahwa akan ada lonjakan infeksi, terutama jika sebagian besar penduduk negara belum divaksinasi. 

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved