Breaking News:

Sejarah

22 Juni 1941, Jutaan Tentara Jerman Serbu Uni Soviet, Invasi Terbesar Dalam Sejarah Dunia

Operasi Barbarosa membuat pakta untuk tidak saling serang antara Uni Soviet dan Jerman otomatis tak berlaku lagi.

Editor: Rizali Posumah
Screenshot YouTube Sony Pictures Releasing UK.
Ilustrasi berlangsungnya operasi barbarosa tentara Jerman di Stalingrad, Uni Soviet. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ManadoTanggal 22 Juni 1941, Diktator Nazi Jerman, Adolf Hitler, membuat keputusan fatal yang jadi jadi penyebab kekalahan Jerman di Perang Duania II.

Keputusan Hitler ini mengubah jalannya Perang Dunia II di Eropa.

Ia mengirim 3 juta tentara Jerman untuk menginvasi Uni Soviet, invasi yang kemudian dikenal sebagai Operasi Barbarosa.

Operasi Barbarosa membuat pakta untuk tidak saling serang antara Uni Soviet dan Jerman otomatis tak berlaku lagi.

Hitler melanggar pakta tersebut. Ia sangat ini menaklukkan wilayah barat Uni Soviet agar dapat diisi warga Jerman dan menggunakan bangsa Slavia sebagai tenaga kerja untuk keperluan perang.

Alasan lain Jerman melanggar kesepakatan dengan Uni Soviet adalah untuk merebut sumber daya minyak di pegunungan Kaukasus.

Setelah dirancang sejak pertengahan 1940, akhirnya Jerman mengirimkan 3 juta tentara, 19 divisi panser, 3.000 tank, 2.500 pesawat tempur, dan 7.000 artileri dalam invasi militer terbesar dalam sejarah dunia.

Selain itu, untuk menginvasi wilayah barat Uni Soviet yang terbentang sepanjang 2.900 kilometer itu Jerman juga mengerahkan 600.000 unit kendaraan bermotor berbagai jenis dan 700.00 ekor kuda.

Di awal operasi militer ini, Jerman nampaknya dengan mudah merebut wilayah-wilayah strategis terutama Ukraina.

Uni Soviet tak menyangka Hitler akan mengkhianati kesepakatan non-agresi yang diteken pada 1939.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved