Berita Talaud
Cerita Pemanah Ikan Tradisional dari Talaud
"Menangkap ikan dengan cara ini lebih ramah lingkungan dari pada menangkap ikan dengan cara racun atau dengan bahan peledak (bom ikan)."
Penulis: Ivent Mamentiwalo | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Bagi masyarakat Talaud Tradisi menangkap ikan dengan cara dipanah adalah satu tradisi yang sudah turun temurun sejak nenek moyang mereka.
"Menangkap ikan dengan cara ini lebih ramah lingkungan dari pada menangkap ikan dengan cara racun atau dengan bahan peledak (bom ikan)," ungkap Indra Maarebia, warga Desa Bitunuris Kecamatan Salibabu Kabupaten Talaud, saat ditemui Tribun Manado usai aktifitas menangkap ikan, Senin (21/6/2021).
Di kabupaten kepulauan Talaud sendiri, masyaratkat Talaud tidak menggunakan bom ikan dan racun ikan, sehingga habitat para penghuni laut masih terjaga dengan baik.
"Bermacam jenis ikan masih bisa ditemui di laut sehingga masyarakat Talaud masih bisa menikmati ikan segar sebagai mana ciptaan Tuhan yang sempurna," ujarnya.
Indra Maarebia mengatakan, dirinya merasa terpanggil untuk mencoba menulis cerita mengenai tradisi menangkap ikan dengan cara tradisional.
"Ikan yang dipanah itu kualitasnya nomor satu. Segar dan sehat. Orang di desa sini menyebut baru “mati satu kali” untuk menggantikan istilah ikan segar yang baru saja ditangkap," ujar Indra.
Betul sekali, ikan itu masih menggelepar di ujung anak panah ketika diangkat dan Tradisi memanah ikan di desa bitunuris masih dihidupkan hingga kini.
"Di Desa Bitunuris, cara menangkap secara tradisional ini tetap dilestarikan dari generasi ke generasi. Dari anak-anak hingga orang tua, memanah ikan menjadi kesenangan bagi masyarakat setempat," kata Indra.
Meski demikian memanah ikan tidak semudah yang kita bayangkan harus punya keahlian khusus untuk bisa menaklukkan ikan yang gesit.
"Tapi kami Warga setempat tahu cara menaklukkan ikan hanya bnermodal panah dan busur, kaca mata renang dan senter kedap air, kami sudah bisa Berburu ikan ujar Indra sambil mempraktekkan cara mengait karet ke besih panah.
Sangat diharapkan tradisi menangkap ikan dengan cara seperti ini bisa di lestarikan oleh generasi kedepan karna dinilai sangat aman dan ramah lingkungan terutama menjaga kerusakan ekosistem laut. (Iv)
Tentang Talaud
Kabupaten Kepulauan Talaud adalah salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina.
Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan daerah bahari dengan luas lautnya sekitar 37.800 Km2 (95,24%) dan luas wilayah daratan 1.251,02 Km2.Sehingga kabupaten kepulauan Talaud dinamakan Daerah Kepulauan yang berada di ujung paling Utara NKRI.
Kekayaan alam seperti pertanian dan kelautan menjadi Komuditas utama warga Talaud.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tradisi-menangkap-ikan-dengan-cara-dipanah-oleh-warga-talaud.jpg)