News
Wartawan hingga Pemred Jadi Korban Kekerasan dan Pembunuhan di Sumut, Tamparan Keras bagi Dunia Pers
Dikabarkan empat jurnalis menjadi korban pembakaran hingga pembunuhan di Sumatera Utara dalam satu bulan terakhir.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Empat jurnalis menjadi korban kekerasan hingga pembunuhan di Sumatera Utara (Sumut ) dalam satu bulan terakhir.
Ada empat kasus sejauh ini yang diusut pihak kepolisian.
Dikabarkan sebelumnya, seorang pemimpin redaksi ( Pemred ) media online ditemukan tewas diduga sebagai korban pembunuhan.
Baru-baru ini, seorang wartawan ditembak.
Marasalem Harahap yang berprofesi sebagai wartawan ditemukan tewas ditembak orang tidak dikenal (OTK), Sabtu (19/6/2021) dini hari.

Saat ditemukan di dalam mobil, korban dalam kondisi berlumuran darah dan ditemukan luka tembak di bagian paha dalam sebelah kanan di dekat area selangkangan.
Kematian pria yang akrab dipanggil Marsal itu menambah panjang daftar kekerasan terhadap jurnalis.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Liston Damanik mengatakan, dalam sebulan terakhir ada empat kasus kekerasan pada jurnalis di Sumatera Utara yakni di Pematangsiantar, Serdang Bedagai, dan Binjai.
Untuk itu ia meminta Polda Sumut dan Polres Simalungun mengungkap motif dan menangkap pelaku pembunuhan Marasalem Harahap.
Selain itu ia juga meminta proses penyelidikan terhadap kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi di wilayah lainnya di Sumut.
Ia menyebut ketidakpastian hukum dalam kasus kekerasan terhadap jurnalis dapat menjadi preseden buruk
yang merugikan dunia pers karena tidak memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan.
"Kondisi ini juga diduga menjadi penyebab semakin tingginya jumlah dan kualitas kekerasan terhadap jurnalis di Sumut," katanya.
Pihaknya juga meminta semua elemen masyarakat agar mendukung kebebasan pers
dan menggunakan mekanisme yang diatur oleh Undang-Undang Pers dalam penyelesaian sengketa pers.